Radar Nusantara, Garut – Pernah nggak kamu perhatikan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terlantar di jalanan? Mereka sering tidur di tempat kotor, pakaiannya kumal, makan dari sisa makanan seadanya, dan jarang mandi. Anehnya, mereka justru jarang terlihat batuk, pilek, atau masuk angin seperti kita yang menjaga kebersihan. Apakah mereka benaran punya kekebalan tubuh gaib?
Melihat fenomena ini, masyarakat awam sering kali mengira pikiran mereka yang “kosong” membuat mereka kebal dari penyakit. Namun, dari kacamata medis dan biologi, ada penjelasan yang sangat rasional (dan beberapa fakta yang mengejutkan) di balik hal ini.
Yuk, kita bedah rahasia ilmiahnya secara mengalir:
- Efek Hypersanitation vs Immunization (Imun Bak ‘Badak’)
Sains mengenal sebuah teori yang disebut Hygiene Hypothesis (Hipotesis Higienitas). Manusia yang hidup di lingkungan yang terlalu bersih dan steril (sedikit-sedikit pakai hand sanitizer) justru membuat sistem imunnya menjadi “manja” dan kurang terlatih.
Sebaliknya, ODGJ yang terlantar di jalanan setiap hari terpapar oleh berbagai macam bakteri, virus, dan kuman dalam dosis kecil secara terus-menerus. Paparan konstan ini secara tidak sengaja bertindak seperti “vaksin alami” yang melatih sel darah putih (T-cells dan B-cells) di tubuh mereka untuk mengenali dan melawan patogen dengan sangat cepat. Hasilnya? Sistem imun mereka menjadi sangat kuat dan tangguh menghadapi kuman di sekitar mereka.
- Beban Stres Psikologis yang Berbeda
Bagi kita yang hidup normal, musuh terbesar imun tubuh adalah Stres Kronis akibat urusan kerjaan, cicilan, hingga urusan asmara. Ketika kita stres, otak terus-menerus merilis hormon Kortisol yang dalam jangka panjang bisa merusak dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Itu sebabnya orang kantoran gampang banget drop atau flu kalau lagi banyak pikiran.
Pada ODGJ, karena fungsi kognitif dan persepsi otaknya sudah mengalami perubahan (mengalami gangguan jiwa), mereka tidak memproses stres sosial atau kecemasan hidup seperti orang normal. Otak mereka tidak memikirkan hari esok, gengsi, atau beban finansial. Ketiadaan stres emosional harian ini membuat sistem imun mereka tidak terganggu oleh hormon kortisol, sehingga tetap bekerja secara maksimal.
- Fakta Medis: Mereka Sebenarnya Sakit, Tapi…
Ini adalah poin pelurus yang paling penting dari kacamata medis. ODGJ sebenarnya tidak benar-benar kebal. Mereka tetap bisa terluka, terkena infeksi kulit, cacingan, hingga penyakit dalam. Lalu kenapa mereka terlihat jarang sakit?
Toleransi Rasa Sakit yang Tinggi: Gangguan pada zat kimia otak mereka (seperti dopamin dan endorfin) sering kali mengubah cara tubuh mereka menerima sinyal rasa sakit. Mereka mungkin merasakan sakit, tetapi otaknya tidak memprosesnya sebagai penderitaan yang harus dikeluhkan.
Tidak Ada Komunikasi Keluhan: Orang normal kalau bersin sedikit langsung mengeluh atau minum obat. ODGJ tidak memiliki kemampuan atau keinginan sosial untuk mengeluhkan rasa sakitnya (seperti demam ringan atau pusing) kepada orang lain. Jadi, dari luar mereka terlihat selalu “sehat-sehat saja” padahal tubuhnya sedang menahan sakit.
Kesimpulannya
Fisik ODGJ yang terlihat tangguh di tempat kotor bukanlah karena ilmu hitam atau kekebalan gaib. Itu adalah kombinasi antara sistem imun yang terlatih keras oleh alam dan ketiadaan stres psikologis harian seperti yang dialami orang normal. Namun bagaimanapun juga, secara medis mereka tetaplah manusia yang rentan dan membutuhkan perawatan serta sanitasi yang layak.
Sumber Ilmiah:
Strachan, D. P. (1989). “Hay fever, hygiene, and household size.” British Medical Journal (Membahas Hygiene Hypothesis).
Dhabhar, F. S. (2014). “Effects of stress on immune function: the good, the bad, and the beautiful.” Immunologic Research.
Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












