Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Terima Yayasan Sukun, Wamen Viva Yoga: Sukun Komoditas dan Tanaman Pangan Masa Depan

Radar Nusantara, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan pada tahun 1995 Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan pernah memiliki program sukunisasi. Program yang dihela pada masa Menteri Siswono Yudo Husodo, 1993-1998, melakukan uji coba dengan penanaman pohon sukun di pekarangan-pekarangan rumah di kawasan transmigrasi. โ€œDengan kehadiran Bapak-Ibu mengingatkan kembali program itu dan perlu dikaji kembali untuk kemungkinan bisa kita kembangkan sukun di kawasan transmigrasiโ€, ujarnya.
ย 
Harapan untuk kembali melakukan sukunisasi disampaikan Viva Yoga saat dirinya menerima Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera, di Gedung C, Komplek Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, 24/2/2026. Hadir dari pihak yayasan,ย Ketua Bidang Kerjasama dan Pengembangan Bisnisย Joediantoro,ย Sekretaris Umum Riyan Sumindar, dan pengurus lainnya.
ย 
Diakui tanaman dan buah sukun memiliki banyak kelebihan, seperti mampu tumbuh di berbagai jenis lahan, tidak memerlukan pupuk dan pestisida saat tanam, sumber karbohidrat setara beras, menyimpan karbon, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. โ€œSaya setuju untuk kembali menanam sukun sebab kehadiran tanaman ini mendukung diversifikasi panganโ€, ujarnya. โ€œSukun merupakan tanaman pangan masa depanโ€, tambahnya.
ย 
Peluang menanam sukun di kawasan transmigrasi menurutnya sangat terbuka lebar. Kementrans saat ini memiliki 154 kawasan transmigrasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Komoditas yang dikembangkan di kawasan-kawasan itu seperti padi, jagung, singkong, porang, ubi, dan sagu. โ€œDi samping juga ada tanaman industri perkebunan, perikanan, dan wisataโ€, ungkap mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu.
ย 
Diakui komoditas sukun belum dikembangkan secara massif di kawasan transmigrasi. โ€œKomoditas sukun belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat, ada tapi belum banyak. Tidak menjadi program, sifatnya hanya personalโ€, ujarnya.ย Menanam sukun dikatakan sebagai upaya untuk mendukung swasembada pangan. Viva Yoga menyebut sukun bisa sebagai makanan pengganti nasi dan sumber karbohidrat, โ€œsukun dapat menjadi salah satu alternatif panganโ€, ujarnya.
ย 
Dengan banyaknya kawasan transmigrasi, Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera bisa menimbang di mana hendak melakukan sukunisasi bahkan industrialisasi sukun.ย Menanam sukun dikatakan tidak hanya untuk mendiversifikasi pangan namun juga untuk menciptakan kesejahteraan bagi pelaku usaha. Hasil olahan dari komoditas ini mampu menjadi beragam bentuk seperti tepung, snack, beras analog, produk untuk bayi dan balita, mie instan, dan pakan ternak. ย 
ย 
Untuk mengembangkan kembali sukun, didorong yayasan ini kerap melakukan sosialisasi programnya kepada masyarakat dan kementerian terkait. Diungkap dulu masyarakat banyak yang belum tahu manfaat dan nilai ekonomi yang tinggi dari pohon sawit. Dalam perjalanan waktu, tanaman ini sekarang menjadi pilihan sebagai penopang kehidupan. โ€œKe depan masyarakat juga akan memilih sukun sebagai komoditas unggulanโ€, paparnya.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
80 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
53 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
54 V | 30/06/2026
Aulia Lia
62 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
78 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
35 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
61 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 67 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 50 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 45 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 77 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 53 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 65 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
67 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
44 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
104 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
54 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
69 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
54 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
54 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved