Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Selama Ribuan Tahun, Minum Air Panas Atau Hangat Dianggap Bermanfaat Oleh Sistem Pengobatan Tradisional China Dan Ayurveda Yang Berasal Dari India.

Radar Nusantara, Namun gaya hidup kuno ini telah menjangkau kelompok baru setelah menyebar di media sosial pada awal tahun 2026 lalu.

Video TikTok dan Instagram dengan jutaan penonton diberi tag dengan frasa, “newly Chinese” dan “Chinamaxxing”.

Sebagian besar video itu menampilkan anak muda yang minum air hangat, makan sarapan hangat, dan memulai hari mereka dengan peregangan.

Keyakinan inti dari pengobatan tradisional yang dipraktikkan oleh jutaan orang di China adalah bahwa energi, atau yang dalam bahasa Mandarin disebut Qi, beredar melalui tubuh dan penyakit terjadi ketika aliran ini terblokir atau tidak seimbang.

Para pendukung pengobatan ini percaya bahwa minum air hangat, bersuhu 40-60 derajat Celsius untuk menghindari rasa terbakar di mulut atau tenggorokan, meningkatkan dan menghemat Qi dan, pada gilirannya, meningkatkan kesehatan dan umur panjang.

“Anggap saja seperti sebuah rumah,” kata peneliti pengobatan tradisional China, Profesor Shun Au. Ia menjelaskan bahwa dalam sistem kesehatan holistik, menyantap makanan dingin ibarat angin yang masuk ke dalam rumah Anda.

Teori ini mendasari kiat-kiat pengobatan tradisional China lainnya, seperti mengenakan sandal hangat di rumah dan memulai hari dengan sarapan hangat.

Minat generasi muda yang aktif di media sosial terhadap kiat-kiat gaya hidup tradisional China mencerminkan tren sosial yang berkembang, menurut Shyama Kuruvilla, Direktur Pusat Pengobatan Tradisional Global di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Bahkan di Eropa, telah ada studi berbasis populasiโ€ฆ salah satunya di Jerman menunjukkan bahwa 70% populasi, atau bahkan lebih, menggunakan beberapa bentuk pengobatan integratif komplementer tradisional. Dan di beberapa negara, seperti China dan India, angkanya bisa lebih dari 90%,” ujarnya.

Beberapa pendukung gaya hidup lawas ini tidak mempercayai pengobatan modern, sebuah pola pikir yang diyakini dipicu oleh pandemi Covid.

Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan, kepercayaan terhadap dokter dan rumah sakit turun dari lebih dari 70% pada tahun 2020 menjadi sekitar 40% pada tahun 2024 di antara mereka yang disurvei.

Ada pula kelompok orang yang kekurangan akses ke pengobatan biomedis lantas menggunakan pengobatan tradisional sebagai alternatif yang lebih murah.

Beberapa orang lainnya tertarik pada pengobatan tradisional karena menawarkan pendekatan yang personal dan holistik. Kebiasaan seperti minum air hangat dapat menjadi titik masuk ke dalam sistem kesehatan yang mendorong keseimbangan pikiran, tubuh, dan lingkungan.

Sistem ini juga memiliki makna budaya, spiritual, dan historis yang mendalam bagi banyak orang.

“Banyak praktisi pengobatan tradisional, komunitas adat, akan mengatakan, ‘kami telah menggunakan ini selama ribuan tahunโ€ฆ kami telah melihat bahwa ini membantu orang,'” kata Kuruvilla.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
68 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
44 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
41 V | 30/06/2026
Aulia Lia
48 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
50 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
22 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
40 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 55 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 36 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 35 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 54 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 33 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 41 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
55 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
32 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
85 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
28 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
52 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
41 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
41 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved