Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

UUD 1945 Ternyata Keramat Bukan Sementara Apalagi Kilat

Amandemen UUD1945 itu yang diamandemen Ideologi
Negara Pancasila .Yang diamandemen negara berdasarkan Pancasila.
Coba renungkan desain negara yang ada di Alenea ke 4 itu oleh pendiri negara sudah
dibentuk.
Dan Ideologi Pancasila itu ada di batang tubuh UUD 1945.
Di batang tubuh itulah ideologi negara
diuraikan dalam pasal-pasal.
Kemudian oleh mereka yang tidak mengerti tentang ideologi Pancasila dan UUD 1945
diamandemen. Jadi yang diamandemen itu negara berdasarkan Pancasila.

Sejak diamandemennya UUD 1945, banyak aturan yang dasarnya Liberalisme,
Kapitalisme. Seperti sistem presidenseil, pilkada, pilsung, pilpres, bertentangan dengan
Negara berdasarkan Pancasila.

Kerancauan dan kekacauan ini karena banyak yang
tidak tahu kalau Ideologi Negara Pancasila itu ya Batang tubuh UUD 1945.
Bukan nya ideologi Negara berdasarkan Pancasila itu kristalisasi pemikiran tentang negara
berdasarkan Pancasila yang terurai dalam pasal-pasal UUD 1945.
Banyak yang mengartikan ideologi Pancasila itu ya lima sila itu.
Padahal lima sila itu
lima prinsip berbangsa dan bernegara, Philosophy Groundslag.
Karena Pancasila itu lima prinsip bernegara. Maka segala aturan yang mengatur
negara harus sesuai dengan Pancasila.

Amandemen UUD 1945 justru mengingkari
lima prinsip bernegara.

Apakah negara ini masih menjalankan Musyawarah Mufakat didalam memilih
pemimpin?

Apakah negara ini masih bertujuan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia kalau
unsur individualisme kapitalisme dimasukan, disusupkan di dalam UUD hasil
amandemen?

BACA JUGA : Bedah Buku โ€œModerasi Beragamaโ€, Puspen Kemendagri Harap Nilai Moderasi Lebih Dipahami Masyarakat Luas

Jadi Negara berdasar Pancasila itu mempunyai sistem sendiri, bukan sistem
Presidenseil maupun sistem Parlementer.

Sistem sendiri atau sistem MPR itu pengejawantahan dari negara semua untuk semua.
Pengejawantahan negara Gotongroyong. Oleh sebab itu, sistem keanggotaan MPR
adalah keterwakilan. Maka disebut utusan golongan. Bukan keterpilihan dari hasil
banyak-banyakan suara. Yang menghasilkan mayoritas yang banyak suaranya,
minoritas yang sedikit suaranya.
Model menang kalah, banyak-banyakan suara Pilkada, Pilsung, seperti ini bertentangan
dengan Bhinneka Tunggal Ika sekaligus bertentangan dengan Pancasila.
Panca Sila itu antitesis dari Individualisme, Librralisme,Kapitalisme.Yang Individualisme,
Liberalisme,Kapitalisme yang telah melahirkan kolonialisme
penjajahan dan menimbulkan perang dunia kesatu dan perang dunia kedua.

Oleh sebab itu pendiri negeri ini tidak mau memilih sistem Presideseil atau Parlementer.
Sebab kedua sistem ini basisnya individual dianggap salah tidak sesuai dengan bangsa
ini yang anti penjajahan .

Maka dilahirkanlah sistem sendiri yang disebut sistem MPR berbasis gotong royong, tolong menolong, kebersamaan kekeluargaan .
1
Jadi seluruh elemen bangsa duduk di MPR sebagai utusan golongan bertugas
merumuskan politik rakyat yang disebut GBHN.

Lanjut Baca Ke Halaman 3


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
68 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
43 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
39 V | 30/06/2026
Aulia Lia
48 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
50 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
22 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
39 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 55 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 31 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 34 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 52 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 33 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 39 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
55 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
32 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
82 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
28 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
52 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
39 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
39 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved