Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Radar Nusantara, – Oleh: Yakub F. Ismail

Dunia sejatinya belum lama pulih setelah dihantam pandemi Covid-19 dalam 6 tahun terakhir. Beberapa negara, termasuk salah satunya Indonesia, bahkan terbilang cukup parah saat menghadapi dunia di tengah ancaman virus mematikan tersebut.

Seluruh sendi kehidupan masyarakat ambruk total, dan sektor ekonomi adalah salah satu yang paling terdampak akibat fenomena tersebut.

Kini, setelah dunia perlahan pulih dan bangkit dari situasi, datang ancaman baru yang tidak kalah serius. Tantangan tersebut tak lain munculnya bayang-bayang krisis yang memicu kepanikan di mana-mana.

Ancaman krisis yang kini tengah datang menghampiri tidak hanya Indonesia, tapi juga seluruh dunia, adalah krisis energi global ditambah kemunculan varian baru COVID-19 bernama Cicada. Kombinasi tantangan ini menjadikan salah satu challenge yang penuh risiko yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi nasional.

Di tengah ketergantungan terhadap energi fosil yang begitu tinggi, fluktuasi harga komoditas global yang semakin mengkhawatirkan, serta potensi gangguan aktivitas ekonomi akibat varian baru COVID-19 menciptakan tekanan berlapis bagi pemerintah maupun pelaku usaha.

Situasi ini tentu tidak hanya menguji ketahanan fiskal, melainkan juga mengukur kesiapan kebijakan dalam negeri dalam merespons ketidakpastian ekonomi yang semakin kompleks.

Pada titik ini, Indonesia dipaksa untuk tidak sekadar bertahan, tapi juga bisa beradaptasi secara strategis. Sebab, tanpa langkah antisipatif yang tepat, ancaman ini bisa berisiko menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengganggu ritme kebijakan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas.

Ancaman Nyata

Dunia sedang menuju ancaman krisis energi global. Ancaman ini menjadi salah satu tantangan paling nyata yang dihadapi seluruh umat manusia saat ini, khususnya di Indonesia.

Ketergantungan yang tinggi terhadap energi berbasis fosil, terutama dari impor minyak, menjadikan kondisi perekonomian nasional begitu riskan dan rentan terhadap gejolak harga energi dunia yang dipengaruhi oleh gangguan distribusi.

Kendala pasokan yang dipicu oleh terganggung rantai distribusi membuat harga minyak dan gas melonjak. Situasi tersebut memicu efek domino yang berimbas pada beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang meningkat secara signifikan.

Implikasi negatif dari dampak tersebut berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk mendanai aktivitas pada sektor produktif lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Tidak hanya itu, kenaikan harga energi juga memberikan dampak serius terhadap biaya produksi industri, yang pada level tertentu bisa memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Di saat bersamaan, kemunculan varian baru COVID-19, yakni Cicada, juga membawa implikasi yang tidak kalah mengkhawatirkan bagi perekonomian nasional.

Pasalnya, meskipun ini masih menandai gejala awal, tingkat bahaya yang disebabkan oleh varian baru ini bakal menciptakan kepanikan dan kecemasan publik, karena masyarakat masih trauma akan pengalaman COVID-19 sebelumnya.

Jika situasi ini tidak terkendali, maka potensi besar akan muncul pada sektor-sektor yang bergantung pada mobilitas sosial seperti pariwisata, transportasi, dan perdagangan.

Imbasnya sudah bisa diprediksi, di mana tidak hanya dirasakan pada pelaku usaha besar, melainkan juga pada sektor informal yang sejauh ini menjadi backbone perekonomian masyarakat.

Selain itu, kombinasi krisis energi dan varian terbaru virus COVID-19 juga berpotensi menciptakan efek domino yang jauh lebih kompleks dari yang pernah terjadi di awal.

Ambil contoh, kenaikan harga energi, ia bisa saja memperburuk inflasi dan menghambat roda perekonomian nasional.

Sementara itu, merebaknya varian baru COVID-19 juga bisa berdampak pada semakin tertekannya pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal yang paling dinantikan masyarakat dalam menghadapi kondisi semacam ini, tak lain mengharapkan stabilitas makroekonomi menjadi lebih kokoh dan stabil.

Nilai tukar rupiah jangan sampai anjlok sehingga mencegah kabur investasi asing dalam negeri, dan yang paling penting adalah mengurangi dampak pengangguran.

Demikian, tantangan yang akan dihadapi sangat berat dan bersifat multidimensi. Untuk itu, pemerintah tidak hanya harus mengelola risiko eksternal dengan baik, tetapi juga bagaimana mencari cara agar mampu memperkuat fondasi ekonomi domestik itu sendiri.

Menanti Langkah Strategis

Dalam menghadapi situasi rumit penuh tantangan ini, pemerintah memang dituntut agar mengambil langkah strategis yang tepat dan terukur yang berorientasi jangka panjang.

Dalam konteks krisis energi, misalnya, upaya percepatan transisi menuju energi terbarukan (renewable) menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah langkah diversifikasi sumber energi, seperti pengembangan energi surya, angin, maupun bioenergi yang sjauh ini telah diupayakan.

Strategi tersebut diyakini mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta dapat meningkatkan ketahanan energi nasional yang terus tertekan.

Reformasi subsidi energi juga perlu dikaji ulang dan diorientasikan dengan tapat (sasaran). Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya beban fiskal yang berlebihan.

Khusus untuk sektor ekonomi, kebijakan yang diambil harus benar-benar diarahkan pada penguatan daya tahan sektor riil.

Dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk sebuah langkah konkret yang perlu ditingkatkan, baik itu melalui akses pembiayaan, insentif pajak, maupun peningkatan digitalisasi usaha.

Bukan hal rahasia lagi, bahwa sektor riil selama ini terbukti lebih adaptif dalam menghadapi berbagai dinamika eksternal seperti krisis yang datang setiap saat, dan memiliki peran cukup vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

Pemerintah juga perlu menjaga kepercayaan pasar agar tetap kondusif, melalui kebijakan yang pro terhadap pelaku usaha dan transparan.

Untuk jangka panjang, upaya untuk melakukan reformasi struktural sebagai bagian dari mendorong efisiensi dan daya saing ekonomi wajib dilakukan demi memastikan ekonomi tetap tumbuh dan berada dalam tata kelola yang berkelanjutan dan akuntabel.

Penulis adalah Direktur Eksekutif INISIATOR


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
77 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
51 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
50 V | 30/06/2026
Aulia Lia
61 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
68 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
34 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
51 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 65 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 48 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 41 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 70 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 45 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 50 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
65 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
42 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
100 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
49 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
69 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
50 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
50 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved