Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Ratusan Siswa Ancam Mogok, Wali Murid Tolak Regrouping SDN 1 Baleharjo Pacitan, Sekolah Bersejarah Tempat SBY Pernah Belajar

Radar Nusantara, Pacitan – SDN 1 Baleharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, tengah menghadapi ancaman regrouping yang memicu gelombang penolakan keras dari para wali murid. Sekolah yang memiliki lebih dari 120 siswa ini diproyeksikan akan digabungkan dengan SDN Baleharjo 2, meski tidak memenuhi syarat regrouping yang biasanya diterapkan pada sekolah dengan jumlah siswa di bawah 60.

Penolakan ini bukan tanpa alasan. SDN 1 Baleharjo menyimpan nilai historis yang mendalam, pernah menjadi almamater Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dan menorehkan prestasi akademik yang gemilang, termasuk keberhasilan siswa dalam lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Ini sekolahnya Bapak SBY, belum lagi prestasi sekolah. Dari situ saja Pemkab seharusnya sudah paham. Ini kok mau diregrouping. Ini sekolah memiliki nilai sejarah. Maka kami tidak bisa melepas anak-anak begitu saja dan akan berusaha bertahan untuk tidak dilakukan regrouping,โ€ Kata Mohtarom, Ketua Komite SDN 1 Baleharjo saat diwawancarai wartawan pada Selasa, 15 April 2025.

Mohtarom juga mengemukakan bahwa regrouping akan berdampak ekonomi bagi para wali murid yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

“Alasan wali murid melakukan penolakan cukup logis. Beberapa faktor lain juga menjadi pertimbangan para wali murid menolak rencana regrouping. Baginya, regrouping akan berdampak secara ekonomi bagi para wali murid yang sebagian besar bekerja sebagai petani,โ€ tambahnya.

Ratusan siswa di sekolah ini juga ikut bersuara. Mereka mengancam akan mogok belajar jika rencana regrouping terpaksa dilaksanakan.

“Anak-anak saat ini sedang semangat belajar, kini mereka akhirnya enggan bersekolah karena regrouping. Jika harus tegas nanti benar-benar digabung dengan sekolah manapun, maka anak anak akan mogok belajar,” kata Mohtarom.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Pacitan menyebutkan bahwa ada sekitar 14 Sekolah Dasar di Kabupaten Pacitan yang akan diregrouping, termasuk SDN 1 Baleharjo.

“Dari hasil kajian Litbang ada yang diajukan ke Bupati Pacitan untuk regrouping, tim kami sudah ke lapangan. Ada beberapa yang menolak. Dinas Pendidikan hanya sebatas menjalankan regulasi saja. Finalnya pengajuan tinggal keputusan Bupati,” ujar Ririh Enggar Purwati, Sekretaris Dindik Pacitan saat dikonfirmasi wartawan.

Wali murid tetap teguh menolak regrouping dan menyerukan agar Pemkab Pacitan meninjau ulang keputusan ini dengan mempertimbangkan fakta lapangan dan sejarah panjang sekolah. Mereka berharap, keputusan akhir akan berpihak pada masa depan pendidikan anak-anak, bukan hanya berdasarkan angka di atas kertas.

“Ini sekolah bersejarah dan berprestasi. Wali murid sudah sepakat menolak, bahkan anak-anak akan mogok belajar jika dipaksakan,” Tegas Mohtarom.

“Sudah sejak beberapa bulan terakhir wali murid resah dengan wacana regrouping. Berusaha untuk menyuarakan penolakan kepada Dinas Pendidikan melalui komite, tapi hingga saat ini tidak pernah ditanggapi,” imbuhnya.

SDN 1 Baleharjo memang masih memiliki siswa sebanyak 122 anak, sedangkan syarat regrouping adalah jika sekolah itu hanya dihuni kurang dari 60 anak. Bahkan jauh hari ada 6 anak yang mendaftar di SDN 1 Baleharjo.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa regrouping sekolah tidak selalu merupakan solusi yang ideal. Penting untuk mempertimbangkan fakta lapangan, nilai historis dan prestasi sekolah, serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan terhadap masyarakat sekitar.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
79 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
51 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
51 V | 30/06/2026
Aulia Lia
62 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
69 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
35 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
54 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 65 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 48 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 43 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 70 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 45 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 65 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
65 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
43 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
101 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
50 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
69 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
51 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
51 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved