Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Nyali Kapolda NTT Diuji: Bongkar Mafia BBM atau Sekadar “Cuci Gudang”?

Radar Nusantara, Kupang โ€“ Tabir gelap mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal yang selama ini menyelimuti wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) perlahan mulai tersingkap. Langkah berani Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, yang melakukan tindakan tegas terhadap anggotanya sendiri menuai apresiasi luas, meski sekaligus memicu pertanyaan besar: sejauh mana “bersih-bersih” ini akan menyasar para aktor intelektual di balik layar?

Indonesia Police Watch (IPW) secara resmi memberikan apresiasi atas keberanian Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan menangkap dan menempatkan anggotanya di tempat khusus (patsus) karena diduga terlibat dalam peredaran BBM ilegal. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah penahanan Aipda Djeremi Girianto Loude, mantan Kanit Paminal Siepropam Polres Manggarai Timur.

Djeremi kini mendekam di rutan Dittahti Polda NTT untuk masa penahanan 20 hari, terhitung sejak 26 April hingga 15 Mei 2026. Penahanan ini didasari oleh Surat Perintah Nomor: Sprin/517/IV/WAS.2.2./2026, menyusul laporan polisi terkait pelanggaran hukum yang dilakukan sang oknum.

Kasus ini bukan sekadar pelanggaran disiplin biasa. Investigasi lebih lanjut mengungkap adanya jaringan yang lebih luas. Polda NTT dikabarkan telah memeriksa tujuh anggota polisi lainnya yang diduga memiliki keterkaitan dengan Djeremi. Nama-nama seperti Hendra Aman, Herman Pati, dan Adhar muncul ke permukaan. Mereka diduga bekerja sama dengan PT. Surya Sejati, sebuah entitas yang disinyalir mendapat perlindungan atau “beking” dari oknum di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT.

IPW mendesak Kapolda NTT untuk tidak berhenti pada level bintara. “Jikalau benar ada beking dari oknum Krimsus, Kapolda harus memerintahkan Propam untuk mendalami dan memeriksa oknum tersebut. Jangan ada tebang pilih,” tegas Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, Rabu, 29 April 2026.

Validasi Perjuangan Ipda Rudy Soik

Terungkapnya kasus ini seolah menjadi pembenaran (validasi) atas apa yang selama ini diperjuangkan oleh Ipda Rudy Soik. Rudy Soik sempat menjadi sorotan nasional ketika ia nyaris dipecat karena mencoba membongkar mafia BBM di Kupang pada tahun 2024 lalu. Kala itu, ia justru dikriminalisasi dan dituduh melanggar kode etik saat memasang garis polisi di lokasi penimbunan milik Ahmad Anshar dan Algajali Munandar.

Padahal, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), terduga pengepul secara gamblang mengaku telah menyuap oknum polisi. Ironisnya, saat itu Rudy justru diintimidasi oleh rekan sejawatnya di Propam Polda NTT, bahkan keluarganya pun turut diteror. Kini, dengan tertangkapnya Aipda Djeremi dkk, publik melihat bahwa apa yang disampaikan Rudy Soik dua tahun lalu adalah kebenaran yang nyata.

Wilson Lalengke: “Jangan Hanya Jadi Panggung Sandiwara”

Menanggapi fenomena ini, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, memberikan catatan kritisnya. Menurut Wilson, penangkapan ini harus menjadi momentum transformasi total, bukan sekadar peredam gejolak publik.

“Kita mengapresiasi langkah Kapolda NTT, namun publik tidak boleh lengah. Seringkali penangkapan oknum kecil hanya dijadikan tumbal untuk menyelamatkan ‘ikan besar’ di belakangnya. Jika benar ada dugaan beking dari Krimsus, maka di situlah ujian sesungguhnya bagi Irjen Rudi Darmoko. Apakah beliau berani membedah borok di dalam tubuhnya sendiri atau hanya sekadar melakukan ‘cuci gudang’ untuk memperbaiki citra sesaat?” ujar alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, Kamis, 30 April 2026.

Wilson Lalengke juga menyoroti nasib para pejuang keadilan di internal Polri seperti Rudy Soik. “Kasus Rudy Soik adalah cermin retak reformasi kultural Polri. Ketika seorang anggota yang jujur justru dimutasi ke Papua dengan alasan yang dicari-cari, sementara mafia BBM tetap melenggang, di situlah masyarakat kehilangan kepercayaan. Penangkapan Djeremi dkk harus diikuti dengan rehabilitasi nama baik mereka yang telah dikorbankan oleh sistem yang korup. Reformasi Polri tidak akan berhasil jika budaya saling melindungi (esprit de corps) yang salah masih dipelihara,” tambahnya.

Reformasi Kultural di Ujung Tanduk

Ketua IPW kembali mengingatkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar serius melakukan “bersih-bersih” di wilayah NTT. Skandal BBM ini telah melampaui batas kewajaran karena melibatkan institusi yang seharusnya menjadi penegak hukum, namun justru menjadi bagian dari persoalan.

Mafia BBM bukan hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga merusak tatanan ekonomi masyarakat kecil di NTT yang sering mengalami kelangkaan bahan bakar. Jika kepolisian tidak mampu menyelesaikan kasus ini hingga ke akar-akarnya, maka jargon “Polri Presisi” hanya akan menjadi slogan tanpa makna di tanah Flobamora.

Kini, bola panas ada di tangan Irjen Rudi Darmoko. Akankah ia konsisten hingga ke meja hijau, ataukah kasus ini akan menguap seiring berjalannya waktu? Publik NTT dan seluruh Indonesia tengah menanti jawaban nyata. (TIM/Red)


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
29 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
16 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
6 V | 30/06/2026
Aulia Lia
22 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
22 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
6 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
18 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 21 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 6 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 8 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 17 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 6 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 11 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
21 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
7 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
39 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
9 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
24 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
6 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
6 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved