Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Radar Nusantara, Jakarta – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan penanganan infrastruktur sungai di tiga provinsi terdampak menjadi salah satu prioritas penanganan jangka panjang dalam fase pemulihan, yang juga akan mendukung irigasi untuk sawah dan tambak warga.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan normalisasi sungai penting untuk menunjang kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor ekonomi primer, seperti pertanian dan perikanan. Berdasarkan data Satgas PRR, sungai terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mayoritas mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

โ€œSungai bagi saya penting, ini akan makan waktu panjang untuk sungai karena jumlahnya banyak. Totalnya itu banyak yang sedimen, panjang dan lebar. Penanganan ini mendesak karena berkaitan langsung dengan sawah dan tambak milik warga,โ€ ujar Tito di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Data Satgas PRR menunjukkan, di wilayah terdampak terdapat puluhan sungai dengan kondisi bervariasi, mulai dari sedimentasi berat, kerusakan tanggul, hingga perubahan alur sungai. Di Provinsi Aceh, tercatat 55 sungai yang terdampak dan memerlukan penanganan bertahap. Sebaran kerusakan sungai di Aceh meliputi wilayah Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Subulussalam.

Di Provinsi Sumatera Utara, terdapat 48 sungai terdampak yang wilayahnya mencakup Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, Medan, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Mandailing Natal, dan Batu Bara. Di Sumatera Barat, tercatat 43 sungai terdampak dengan wilayah mencakup Padang, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Solok, Tanah Datar, Agam, dan Pesisir Selatan.

Tito menjelaskan, penanganan sungai dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni tanggap darurat untuk mengantisipasi dampak lanjutan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memastikan perbaikan permanen. Menurutnya, kondisi geografis wilayah terdampak yang tersebar juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemulihan sungai, berbeda dengan bencana yang terpusat di satu lokasi.

โ€œKalau kita masuk ke daerah yang dekat sungai itu kena. Jadi ini sifatnya tersebar, sporadis. Itu yang membuat penanganannya membutuhkan waktu,โ€ kata Tito.

Meski demikian, Satgas PRR memastikan upaya penanganan terus berjalan paralel dengan pemulihan sektor lainnya. Hingga saat ini, sebagian besar jalan nasional telah kembali fungsional 100 persen dan distribusi logistik tidak lagi terhambat, sehingga mendukung percepatan perbaikan sungai di berbagai wilayah.

Selain itu, pemerintah juga memastikan penanganan sungai terintegrasi dengan pemulihan sektor lain seperti pertanian, tambak, serta hunian masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai. Tito menegaskan pemulihan pascabencana tidak hanya diukur dari berkurangnya jumlah pengungsi, tetapi juga dari kemampuan wilayah untuk kembali aman dan produktif, termasuk dari sisi pengendalian sungai.

โ€œVariabel yang kita lihat bukan hanya pengungsi, tapi juga sungai, sawah, tambak, dan infrastruktur lainnya. Semua itu menjadi bagian dari pemulihan,โ€ pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
69 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
46 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
41 V | 30/06/2026
Aulia Lia
48 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
50 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
22 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
40 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 55 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 38 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 35 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 54 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 33 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 41 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
55 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
32 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
86 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
28 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
53 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
41 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
41 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved