Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Mereka Menyandang Atribut Wartawan Lengkap Dengan Sertifikat Kompetensi

Radar Nusantara, Banda Aceh – Di balik semarak dunia jurnalistik, diam-diam tumbuh sel-sel penyakit yang menggerogoti wibawa profesi.

Mereka menyandang atribut wartawanโ€”lengkap dengan sertifikat kompetensi, jabatan senior, bahkan posisi strategis di organisasi kewartawanan didunia Pers.

Tapi mereka bukan pembawa cahaya informasi, melainkan pemburu rente yang menjelma menjadi begal berseragam pers.(4/6/2025)

Kini, usia mereka uzurโ€”banyak yang layak disebut pensiunan.Tapi semangat mereka untuk mengisap anggaran justru makin beringas.

Mereka bergerombolan, membentuk barisan โ€œsepuh bermasalahโ€ yang senang menebar ancaman kepada pejabat dan meneror siapa saja dengan berita-berita dugaan yang dikemas bak tudingan murahan.

Bila dulu mereka gemar nongkrong di warung kopi dekat tower sinyal HPโ€”tempat sinyal mudah tapi nalar hilangโ€”kini mereka bergeser ke warung-warung lebih tertutup. Ini terjadi sejak sepak terjang dan kejahatan mereka mulai terendus, jadi konsumsi para jurnalis muda, bahkan dibicarakan dalam grup-grup diskusi profesional.

Namun bukannya introspeksi, mereka justru memperkuat barisan dan menambah strategi.

Parahnya lagi, beberapa di antaranya kini bertongkat pada anak sendiri.

Ya, anak kandung dijadikan penerus “tradisi amplop” yang mereka bangun.

Anak mulai diajarkan cara-cara meminta iklan, menerima amplop, dan menyodorkan proposal seperti sales alat kantor, padahal status resmi mereka tercantum sebagai wartawan.

Sebuah proses pewarisan yang tak layak disebut regenerasi, melainkan dekadensi moral.

Di balik nama besar dan usia mereka, ternyata tersembunyi bisnis kotor: menjadi makelar proyek.

Ada yang menjadi penghubung proyek baliho, pengadaan rutin, hingga menjadi beking pembangunan masjid dan rumah sakit.

Bila mereka mendapat bagian, suasana jadi tenang, damai, dan penuh pujian.

Tapi bila jatah mereka tak dipenuhi, tunggu saja.

isu-isu negatif muncul seperti badai di musim tengkujuh: proyek dikritik habis-habisan, pejabat dijadikan target, dan media sosial disulap menjadi panggung fitnah.

โ€œBeritaโ€ menjadi alat tawar. Redaksi dijadikan pos komando tekanan. Wartawan dijadikan juru minta.

Bukan lagi menyampaikan informasi, tapi menyodorkan ancaman terselubung.

Gagal deal, maka berita diluncurkan. Sukses lobi, maka semua seolah bersih dari noda.

Ironisnya, dalam kelompok ini, juga ada yang hobi menyudutkan media lain.

Dengan pongah, mereka menyebut media kecil sebagai abal-abal, menyebut media lokal sebagai partisan, padahal mereka sendiri hidup dari menjual isu murahan yang diketik setengah sadar dan setengah jengkel karena tak kebagian anggaran publikasi.

Lebih mengenaskan, beberapa dari mereka dikenal punya sejarah gelap dalam urusan perempuan.

Ada yang diduga pernah melecehkan rekan kerjanya, ada pula yang terang-terangan menggoda teman istri.

Reputasi mereka di kalangan jurnalis bukan karena karya jurnalistik, tapi karena reputasi sebagai โ€œraja kecilโ€ yang mengendalikan orang dengan tekanan, bukan teladan.

Tak hanya di Banda Aceh. Di Sabang pun praktik ini menjamur. Beberapa oknum yang datang dari kota seberang memainkan pola lama: intimidasi dulu, baru berita.

Ketua organisasi kewartawanan di sana bahkan secara terbuka menyatakan kegelisahannya.

Tapi para pelaku tak gentar, karena mereka merasa tak tersentuh hukum. Dan selama mereka membawa logo media dan kartu kompetensi, mereka merasa tak bisa diproses.

@Eri Is, @Wid, dan pimpinan redaksi manapun, dkk – sahabat pers di era globalisasi network pengamat pers yang dikenal tajam dalam mengkritik praktik-praktik buruk di dunia jurnalistik, pada 3 Mei 2025 lalu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat diwawancarai di sela diskusi kebebasan pers di Banda Aceh – (siapapun dibalik pintu yang belum menyamai hak dan kewajiban kita semua sebagai Pers yang baik dan benar*akan kami pupuk jadi berkualitas arah lebih murni bekali dirinya disiplin ilmu dan pembentukan jati diri menjunjung nilai-nilai moralitas sosial reduksi ini, dan kami pun tidak melihat media itu besar/pun kecil dibuat. secara ilmu pengetahuan syariat belajar sikap kontinyu memaknai kebenaran langkah murni dari siapa kita bermuasal jika bukan kalimat ; kedua orangtua amanah pada pilar sebuah bangsa dan negara untuk Indonesia selalu pastikan AMANAH).

โ€œSeharusnya kalau tak mampu memberi contoh, taubat saja di rumah sambil beristighfar mengenang saat memeras pejabat, menakuti PPTK dengan tudingan KKN, dan menulis berita penuh benci,โ€ ironi tegas dengan pedas.(Red)

Ia menambahkan, โ€œPers bukan tempat berlindung bagi para preman intelektual.

Kebebasan pers bukan berarti kebebasan menekan.

rekan wartawan/jurnalisme yang menyalahgunakan profesi demi kepentingan pribadi dan kelompok adalah pengkhianat, bukan insan pers.โ€

Peringatan @Eri, @Wid dkk, Pimpinan Redaksi Media Platfrom Digital Siber Online Multimedia dimanapun seharusnya menjadi titian alarm moral bagi siapa pun, yang pernah atau sedang menyalahgunakan profesi wartawan/pewarta,dstnya – demi kepentingan pribadi.

Dunia pers tidak dibangun untuk jadi ladang pemalakan.

Wartawan bukan tentara bayaran yang mengancam demi iklan, bukan pula makelar proyek berkedok reporter.

Sudah saatnya aparat penegak hukum bertindak.

Sudah waktunya organisasi pers melakukan bersih-bersih.

Pers tidak boleh dikotori oleh para penunggang kebebasan yang memperalat idealisme untuk mencari rente.

Bila dibiarkan, maka kita semua akan menjadi korban: publik kehilangan kepercayaan, profesi kehilangan kehormatan.

Karena sejatinya, pena yang tajam adalah milik mereka yang jujur.

Sedangkan pena yang dipakai untuk mengancam, hanyalah topeng bagi mereka yang kehilangan nurani serta belum miliki etika. (Tim-Red)

Red@4/6/2025/Banda Aceh/Tim-Pers/Indonesia

Catatan :

“Harus BELAJAR KEMBALI PERS TERSEBUT dalam disiplin ilmu, dan teknologi informasi yang bermutu baik dan benar untuk seluruh pemimpin bijak nya mengolah sebuah inspirasi berita di publish secermat mungkin”(.)

atau sudah miliki kebal di dunia ybs, sejalan lah wahai pers dengan sesama pakailah nilai adab Ihsan (kutip cermat, bacalah kitab adab akhlakul karimah).

Jika, belum mampu menjadi pers yang bijak dan mulia serta memotivasi kebenaran “Ojo Nduwe Tipo Sliro Ning Awak mu kui”


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
29 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
16 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
6 V | 30/06/2026
Aulia Lia
22 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
22 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
6 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
18 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 21 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 6 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 8 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 17 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 6 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 11 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
21 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
7 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
39 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
9 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
24 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
6 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
6 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved