Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Jejak Langkah Gerakan Pemuda Ansor: Dari Akar Perjuangan Hingga Menjadi Benteng Bangsa

Radar Nusantara, Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) bukan sekadar peristiwa organisasi biasa, melainkan sebuah epos kepahlawanan yang diwarnai oleh semangat nasionalisme, pembebasan, dan religiositas yang kental. GP Ansor lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) di tengah suasana kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda 1928. Organisasi ini memadukan semangat kebangsaan, kerakyatan, dan spirit keagamaan yang menjadi napas perjuangannya hingga saat ini.

Sejarah GP Ansor bermula dari dinamika pemikiran di tubuh Nahdlatul Wathan, sebuah organisasi pendidikan Islam di Surabaya. Kala itu, muncul perbedaan pandangan antara tokoh tradisionalis yang diwakili oleh KH Abdul Wahab Hasbullah dan tokoh modernis yang diwakili oleh KH Mas Mansyur.

Meski keduanya memiliki visi besar untuk kemerdekaan, perbedaan haluan ini membuat mereka menempuh arus gerakan yang berbeda. Pada tahun 1924, para pemuda yang setia kepada KH Abdul Wahab Hasbullah membentuk wadah bernama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Wadah inilah yang menjadi benih awal, yang kemudian terus bertransformasi menjadi Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), hingga akhirnya menjadi Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama “Ansor” merupakan saran langsung dari KH Abdul Wahab Hasbullah, sang guru besar kaum muda. Nama ini merujuk pada kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa menolong, membela, dan menegakkan agama Allah. Dengan menyandang nama ini, ANO diharapkan mampu meneladani sikap, perilaku, dan semangat perjuangan para Sahabat Ansor sebagai penolong, pejuang, dan pelopor dalam membentengi ajaran Islam serta tanah air.

Meskipun secara kultural ANO adalah bagian dari NU, secara organisatoris statusnya baru diresmikan pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi. Tepat pada 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO secara sah diterima sebagai departemen pemuda NU. Susunan pengurus pertamanya dipimpin oleh H.M. Thohir Bakri sebagai Ketua, didampingi Abdullah Oebayd sebagai Wakil Ketua, serta H. Achmad Barawi dan Abdus Salam sebagai Sekretaris.

Dalam perkembangannya, muncul kebutuhan akan barisan pertahanan. Di Malang, ANO Cabang Malang secara diam-diam mengembangkan organisasi kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama).

Banoe menunjukkan eksistensinya pertama kali pada Kongres II ANO tahun 1937 di Malang. Dengan seragam lengkap dan kemampuan baris-berbaris yang mumpuni di bawah komando Moh. Syamsul Islam, Banoe memukau peserta kongres. Menariknya, instruktur umum Banoe kala itu adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, seorang pahlawan yang namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di Malang. Sejak kongres tersebut, Banoe (yang kelak menjadi Banser) diputuskan untuk didirikan di tiap cabang ANO di seluruh Indonesia

Eksistensi ANO sempat terhenti saat pendudukan Jepang karena semua organisasi pemuda diberangus. Namun, setelah revolusi fisik (1945โ€“1949), semangat untuk mengaktifkan kembali organisasi ini muncul kembali.

Tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, mengusulkan pengaktifan kembali organisasi ini. Ide tersebut disambut baik oleh KH Wachid Hasyim (Menteri Agama RIS saat itu). Pada 14 Desember 1949, disepakati bahwa ANO lahir kembali dengan nama baru: Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor).

GP Ansor mencatatkan tinta emas dalam sejarah Indonesia, terutama dalam masa-masa kritis, Perjuangan Fisik: Melalui Laskar Hizbullah, kader Ansor berada di garis depan melawan penjajahan. Penumpasan G30S/PKI: Ansor dan Banser memegang peran menonjol dalam mempertahankan ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI dari ancaman komunisme. Stabilitas Nasional: Menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama dan mengawal ulama.

Saat ini, GP Ansor telah bertransformasi menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan pemuda terbesar di Indonesia. Dengan jangkauan struktur mencapai 433 Cabang di tingkat Kabupaten/Kota dan 32 Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi, GP Ansor memiliki jutaan kader hingga ke tingkat desa.

Kekuatan utama GP Ansor terletak pada kemampuannya mengelola BANSER (Barisan Ansor Serbaguna), sebuah unit inti yang memiliki kualitas kedisiplinan dan kekuatan sosial yang signifikan. Hingga hari ini, GP Ansor tetap konsisten pada empat watak utamanya: kepemudaan, kerakyatan, keislaman, dan kebangsaan, menjadikannya aktor strategis dalam setiap pergantian kepemimpinan dan dinamika pembangunan nasional.

Sumber: NUOKe


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
68 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
43 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
39 V | 30/06/2026
Aulia Lia
48 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
48 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
22 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
38 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 55 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 31 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 34 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 52 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 33 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 39 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
55 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
32 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
82 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
28 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
52 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
39 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
39 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved