Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Etika Politik dalam Praktik Politik PSI, Kenapa Prabowo-Gibran?

Ini bukan jalan mudah yang mesti ditempuh oleh PSI maupun (terutama) oleh Presiden Joko Widodo. Jalan yang sulit, begitu istilah Hasan Nasbi dalam podcast-nya Microphone. Jalan yang sulit mesti ditempuh Jokowi lantaran jalan yang mudah sudah dututup rapat oleh PDIP/Megawati.
Konstelasi politik pun mengalami perubahan. Surya Paloh (Nasdem) punya peta jalannya sendiri. Setelah berbagai dinamika politik yang terjadi, pada ujungnya Muhaimin Iskandar (PKB) berpisah jalan dengan Prabowo dan bergabung dengan Surya Paloh/Anies Baswedan/Nasdem sebagai cawapres.

Awalnya, pertandingan diharapkan hanya diantara โ€œall the presidentโ€™s menโ€ yaitu antara Prabowo versus Ganjar. Siapa pun yang menang tak jadi soal, Jokowi bisa memastikan terjadinya keberlanjutan pembangunan yang sudah dilakukan Jokowi. Tapi realitasnya tidaklah seperti harapannya.

Ganjar ternyata tidak bisa (atau tidak mau) bersatu dengan Prabowo. Pada waktu itu polling berpihak pada Prabowo, tapi Ganjar tidak mau jadi cawapres. Apalagi katanya pernah ada โ€œperjanjian Batutulisโ€, tapi Megawati tidak mau menganggap itu sebagai faktor lagi.

Upaya Jokowi mempertemukan dan mempersatukan mereka berdua tidak main-main, luar biasa seriusnya. Berkali-kali Jokowi meng-endorse mereka berdua, berganti-gantian di setiap kesempatan yang tersedia. Prabowo hari ini dan besoknya Ganjar, begitu terus. Sampai masing-masing kubu terlihat seperti โ€œberebutan blessingโ€ dan mengklaim โ€œjari telunjuk Jokowiโ€ mengarah kepada mereka, tentu dengan segala argumentasinya yang beragam.

Masing-masing kubu meyakini bahwa keberpihakan Jokowi sebagai pemimpin paling popular di dunia ini akan berpengaruh besar pada elektabilitas mereka. Soal ini memang tak terbantahkan. Makanya mereka berdua ngotot mengklaimnya.

BACA JUGA : Pak Prabowo, Mas Ganjar & Bang Anies

Jokowi bertiga bersama Prabowo dan Ganjar sampai mengadakan pembicaraan di pematang sawah. Bahkan membiarkan mereka berdua ngobrol secara privat, Jokowi โ€œmembiarkanโ€ mereka berdua ngobrol dari hati ke hati. Rupanya ini pun tak membuahkan hasil berupa kesepakatan demi membangun koalisi besar yang kuat.

Prabowo akhirnya merangkul semua pihak, termasuk PSI yang dianggap partai โ€œanak nakalโ€ atau โ€œpartai bocil ingusanโ€ oleh PDIP. Tentu saja kedatangan Prabowo sebagai tamu di rumahnya mesti dihormati oleh PSI. Disambut dengan hangat, walau PSI waktu itu menegaskan tidak ada deklarasi dukungan pada Prabowo dan belum mencabut dukungan pada Ganjar.

Berbagai dinamika terjadi. PSI adalah parpol yang menyatakan โ€œTegak Lurus pada Pak Jokowiโ€. Karena di tengah simpang siurnya dan begitu membingungkannya membaca peta politik yang kusut di negeri ini, maka Jokowi dianggap sebagai โ€œKompas Politikโ€ yang paling bisa dipercaya. Tidak ada bau korupsi terhadap pribadinya, dan kinerja politiknya di kancah nasional maupun internasional tidak terbantahkan.

Ia bahkan berhasil menavigasi bangsa ini selama badai pandemi Covid-19 yang tak ada referensinya di dunia. Bahkan membuat Indonesia jadi studi-kasus dunia tentang kepemimpinan. Bagaimana mengendalikan kemudi membawa Indonesia keluar dengan selamat. Akhirnya, approval-rate yang 75%-85% kokoh memeteraikan itu.

Lanjut Baca Ke Halaman 3


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
96 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
87 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
75 V | 30/06/2026
Aulia Lia
86 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
90 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
49 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
88 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 88 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 71 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 59 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 106 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 79 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 92 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
88 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
67 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
120 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
91 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
85 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
75 V | 30/06/2026
Radar Terkini

The Quiet Return to Rhythm After the Long Pause

Derian Sapawi
116 Views
27 Okt 2026

The Kinetic Threshold: Why Movement Must Precede Consumption

Dede Permana
133 Views
27 Okt 2026

The Quiet Alchemy of Winter Fruit in Morning Porridge

Derian Sapawi
103 Views
26 Okt 2026

The Grip of the Wood and the Silence of the Stone

Dede Permana
137 Views
12 Okt 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved