Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Diduga Mafia Kasus Bermain Dibalik Layar, Saksi Pekara Pelemparan Bom Molotov Kerumah Wartawan Tiba Tiba Dibawa Ke Penjara ?

Radar Nusantara, Pancur Batu – Sidang agenda saksi terkait kasus pelemparan bom molotov ke rumah wartawan di Pancur Batu yang dilaksanakan pada selasa, 5 November 2024 Siang di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam di Pancur Batu diduga penuh rekayasa dan setingan.

Mafia kasus diduga kuat berada dan bermain dibalik layar untuk mengatur oknum dan jadwal persidangan supaya tidak terpantau oleh korban dan masyarakat.

Dimana dua orang saksi yang juga merupakan penghuni Lapas Pancur Batu yang di sudah Bon JPU tiba-tiba batal didengarkan keterangannya. padahal sidang tersebut sudah berulang ulang kali ditunda karena bermacam-macam hal.

Padahal saat itu, Puluhan warga Pancur Batu dan beberapa oknum wartawan datang ingin mendengarkan dan meliput langsung jalan nya persidangan perkara pelemparan bom molotov ke rumah wartawan di Pancur Batu tersebut.

Saat hadir diruangan persidangan,
Majelis hakim pun mempersilahkan saksi dan pelapor untuk duduk di kursi paling depan. yang juga dihadiri terdakwa Feri Hariyanto alias Peker duduk di bagian sebelah kanan.

Majelis Hakim yang ramah juga memepersilahkan sejumlah warga untuk duduk kursi yang tersedia di dalam ruang persidangan.

Sidang pun dimulai, Majelis Hakim pun megatakan bahwa sidang dibuka untuk umum sambil mengetuk palu.

Sejumlah pertanyaan pun dicecar oleh Hakim dan Jpu kepada pelapor dan saksi.

Dalam persidangan tersebut, Saksi dan Pelapor menjelaskan bahwa dirinya tidak mengenal Feri Hariyanto alias Peker yang merupakan salah satu terdakwa dalam pekara tersebut.

Saksi dan Pelapor juga mengatakan bahwa saat kejadian pelemparan bom molotov kerumahnya dirinya terbangun dan melihat adanya api membakar kursi bambu di belakang mobil yang terparkir di garasinya.

“Saat itu kami langsung memadamkan api tersebut dan beruntung belum meledak, kami tidak tau siapa “pelakunya,” ucap Saksi dan Pelapor kepada Majelis Hakim saat persidangan.

Akan tetapi Saksi dan Pelapor menduga ada 6 orang naik sepeda motor yang lalu lalang disekitar rumahnya sebelum terjadinya pelemparan bom molotov yang membuat sekeluarga akhirnya tarauma ketakutan hingga saat ini.

“Usai terjadinya pelemparan bom molotov kerumah kami, kami pun membuka cctv, diduga sebelum kejadian ada 6 orang bolak balik lewat di depan rumah kami, tak lama kemudian bom molotov dilemparkan setelah itu kami melihat ada dua orang yang melarikan diri menggunakan sepeda motor matic ke arah Pancur Batu,” ujarnya.

Majelis Hakim pun langsung mempertanyakan tentang hal tersebut kepada Terdawa.

“Bagaimana keterangan Saksi dan Pelapor ini apakah benar,” ucap Majelis Hakim kepada terdakwa.

Terdakwa hanya bisa tertunduk dan membenarkan hal tersebut.

“Iya,” ucap terdakwa dengan nada kecil.

Setelah mendengarkan keterangan dari sejumlah pihak, Majelis Hakim kemudian mempersilahkan para pihak untuk meninggalkan ruang persidangan.

Akan tetapi, setelah para pihak keluar dari ruangan persidangan, sejumlah warga dan wartawan yang hadir pun mendapatkan informasi bahwa sidang akan kembali dilanjutkan diduga untuk mendengarkan keterangan saksi Kb alias Birong dan Fs alias Daus yang diduga tau dan terlibat dalam kejadian tersebut.

Akan tetapi, Anehnya Jaksa Penuntut Umum Ade Meinarni Barus,SH tidak ada memberitahukan tentang adanya jadwal sidang untuk mendengarkan keterangan dari kedua saksi tersebut kepada pelapor.

Malahan, beberapa saat kemudian JPU tiba tiba pergi dibonceng naik sepeda motor meninggalkan Pengadilan dengan membawa sebuah tas warna hitam dan hingga pukul 15.15 belum tidak terlihat kembali ke Pengadilan.

Bahkan, parahnya lagi diduga karena sejumlah wartawan, masyarakat dan korban masi berada di pengadilan tiba tiba semua tahanan yang diduga akan disidangkan di giring masuk ke dalam mobil tahan Kejaksaan Negeri Pancur Batu dan di kembalikan ke Lapas Pancur Batu.

Seorang sumber kami di Pengadilan menjelaskan bahwa tadinya Kb dan Fs akan sidang saksi dalam pekara pelemparan bom molotov kerumah wartawan di Pancur Batu namun batal dan sekarang sudah berada di dalam mobil tahanan untuk dibawa kembali ke Penjara.

“Fs diduga merupakan merupakan salah satu otak pelaku pelemparan bom molov kerumah wartawan, dia juga saat ini menjadi penghuni Lapas Pancur Batu karena diduga bandar narkoba, dia sudah dituntut JPU 12 Tahun Penjara dan Fs akan menjalani sidang pembacaan putusan besok 6 November 2024, Saksi Kb Juga merupakan narapidana yang sedang menjalani hukuman di Lapas Pancur Batu,” ungkapnya

Namun, sumber kami tidak menjelaskan apa penyebab seluruh tahanan tiba tiba dibawa kembali ke Lapas Pancur Batu.

Pada saat masi di Pengadilan, Korban juga mengungkapkan bahwa, dirinya sudah mendapatkan informasi akan adanya dugaan pesanan dari pihak yang ingin menjelek jelekkannya karena kasus pelemparan bom molotov kerumahnya terungkap.

“Aneh kali, kami korban, ada pesanan yang berencana menjelek jelekkan kami. dari kemaren kami sudah tau rencana pemesan itu. kami berharap Majelis Hakim dan JPU tidak terpengaruh dalam informasi tersebut. Sejak awal saya tidak pernah tau siapa dan apa penyebab sehingga rumah saya dilempar bom molotov, saya juga tidak ada permasalahan dengan para pelaku. bahkan saya tidak habis pikir akan adanya keterlibatan orang yang saya anggap baik dan saya minta untuk mencari siapa pelaku pelemparan bom molov kerumah saya pada waktu itu,” sebutnya.

Kacabjari Pancur Batu yang baru Yus Iman Mawardin Harefa saat di konfirmasi Selasa,5 November 2024 sore menjelaskan bahwa saksi dalam berkas pekara pasti diperiksa.

“Mungkin waktu bang, kayaknya tidak ada menutup nutupi, Bukan tidak hadir, kita sudah hadirkan tapi semua acara dalam perisidangan ada ditangan Hakim,” ungkapnya.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
26 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
16 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
6 V | 30/06/2026
Aulia Lia
20 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
19 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
6 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
17 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 19 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 6 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 6 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 14 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 6 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi
Politik
Robi Mabruloh
19 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
6 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
37 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
6 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
22 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
6 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
6 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved