Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Optimisme Menatap Masa Depan Indonesia

Radar Nusantara, Oleh: Yakub F. Ismail

Di tengah situasi ketidakpastian global disertai ancaman perlambatan pergerakan ekonomi dunia dipicu persoalan konflik geopolitik, hingga tekanan terhadap rantai pasok internasional yang kian menghawatirkan, Indonesia justru berada di titik penuh keyakinan menatap masa depan yang lebih cerah.

Melalui pidato yang disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto pada Sidang Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027, tampak bahwa Indonesia mampu tumbuh lebih kuat dan mandiri lewat serangkaian strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang matang, serta penguatan pengelolaan sumber daya alam nasional yang produktif.

Yang lebih menarik, target pertumbuhan ekonomi justru dipatok dari 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 untuk persiapan langkah menuju 8 persen pada 2029 mendatang.

Tentu, target tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kepercayaan diri negara terhadap potensi besar yang dimiliki republik ini.

Di balik target tersebut, tersimpan harapan yang begitu besar bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton dalam lanskap ekonomi global, melainkan harus ambil peran sebagai kekuatan ekonomi baru yang mampu mengelola kekayaannya secara mandiri tanpa bergantung kepada pihak manapun demi kesejahteraan rakyat.

Refleksi Pidato Presiden

Jika disimak dengan seksama maka pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna DPR RI sejatinya menunjukkan arah besar kebijakan ekonomi Indonesia ke depan yang penuh optimistik.

Narasi besar yang dikandung dalam pidato tersebut yakni ingin membangun kemandirian ekonomi nasional berbasis penguatan fiskal, optimalisasi sumber daya alam, dan peningkatan kekuatan ekonomi domestik.

Dalam paparannya, Presiden secara gamblang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027 sebagai fondasi penting menuju target ambisius 8 persen yang bakal direalisasikan pada 2029.

Target tersebut tentu bukan sesuatu yang mengambang tanpa pijakan. Ia mencerminkan keyakinan pemerintah bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kokoh untuk tumbuh lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan global itu sendiri.

Perlu ditegaskan bahwa optimisme yang digemakan Prabowo tidak dibangun di atas pendekatan populis semata dengan tujuan menyenangkan hati rakyat.

Sebaliknya, semua itu disiapkan melalui strategi ekonomi yang disebut Prabowo sebagai kebijakan fiskal yang prudent (cermat) dan berkelanjutan.

Ini berarti bahwa pemerintah sendiri sebetulnya tengah berusaha menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesehatan fiskal negara agar pembangunan tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga stabil dan berjangka panjang.

Pidato Presiden juga mencerminkan arah baru kebijakan seputar pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

Pemerintah menekankan pentingnya penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari sektor SDA agar manfaat kekayaan alam nasional dapat dinikmati secara luas oleh masyarakat Indonesia.

Langkah tersebut rencana akan direalisasikan melalui penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA yang mewajibkan ekspor sejumlah komoditas strategis dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah.

Sekilas, kebijakan ini menunjukkan adanya komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat kontrol terhadap rantai perdagangan komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan produk paduan besi.

Apa yang bisa dibaca dari poin pidato presiden adalah pesan bahwa pembangunan ekonomi nasional ke depan tidak lagi berorientasi pada pertumbuhan angka semata, melainkan juga pada kedaulatan ekonomi dan keberpihakan terhadap kepentingan nasional.

Dasar Optimisme

Optimisme adalah sebuah kata yang tepat untuk disematkan pada esensi pidato Presiden tersebut. Melalui pidato yang penuh optimistik, presiden mencoba meyakinkan seluruh rakyat Indonesia untuk percaya diri terhadap masa depan Indonesia.

Terlepas dari kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, Indonesia justru memiliki sejumlah sumber daya besar yang membuat prospek ekonominya tetap menjanjikan.

Pertama, kekuatan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia masih sangat melimpah. Hal itu bisa dirunut mulai dari sektor energi, pertambangan, perkebunan, sampai dengan sektor kelautan.

Indonesia bisa dikatakan merupakan salah satu negara yang mempunyai cadangan sumber daya terbesar di dunia. Potensi inilah yang kini mulai diarahkan pemerintah untuk memberikan nilai tambah lebih besar bagi ekonomi nasional.

Kedua, tidak bisa dipandang sebelah adalah bahwa Indonesia memiliki pasar domestik yang besar dan relatif kuat dibanding negara-negara yang tidak memiliki keunggulan serupa.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, maka konsumsi domestik Indonesia merupakan bantalan penting di saat ekonomi global mengalami perlambatan.

Berdasarkan fakta empiris, banyak negara mengalami tekanan karena ketergantungan ekspor yang tinggi, sementara Indonesia kini masih memiliki kekuatan konsumsi masyarakat sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Ketiga, yang tidak kalah penting adalah kesempatan bonus demografi yang menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk melompat menjadi negara maju.

Merujuk data yang ada, jumlah penduduk usia produktif Indonesia saat ini dalam jumlah yang sangat besar di mana hal tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila mampu dikelola melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri, serta peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Dalam konteks ini, target pertumbuhan ekonomi tinggi yang sedang dicanangkan pemerintah sebenarnya memiliki landasan pijak dan keterkaitan erat dengan upaya membuka ruang ekonomi baru bagi generasi muda Indonesia.

Karena itu, di tengah menghadapi persaingan global yang kian ketat ini, Indonesia sebetulnya mempunyai peluang emas untuk tampil sebagai kekuatan ekonomi baru dunia. Kuncinya ada pada tatakelola sumber daya dan kerja sama dalam membangun bangsa.

Penulis adalah Direktur Eksekutif INISIATOR


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
80 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
58 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
54 V | 30/06/2026
Aulia Lia
62 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
78 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
35 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
61 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 67 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 50 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 46 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 77 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 54 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 65 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
67 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
45 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
104 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
59 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
69 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
54 V | 30/06/2026
Radar Terkini

The Grip of the Wood and the Silence of the Stone

Dede Permana
74 Views
12 Okt 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved