Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

ITB Beri Pelatihan Serat Nanas: Dari Sampah Terabaikan menjadi Peluang Ekonomi Kreatif di Kabupaten Ketapang

Radar Nusantara, Kettapang – Tim Pengabdian Masyarakat ITB hadir di Ketapang, Kalimantan Barat, untuk menunjukkan ekonomi dapat tumbuh dari sampah yang terabaikan, yakni daun nanas yang diambil seratnya. Pengambilan serat nanas dapat dipraktikkan oleh warga masyarakat setempat dalam keseharian mereka untuk menciptakan produk ramah lingkungan yang mendukung produk berkelanjutan (SDGs). Pada program pengabdian ini, para pakar menyampaikan edukasi konsep eco design keberlanjutan dalam memproduksi kerajinan tangan.

Daun nanas merupakan bagian yang biasa dibuang begitu saja. Padahal, daun tersebut dapat diolah menjadi serat yang bernilai ekonomi. Serat nanas yang sudah diubah menjadi serat halus untuk bahan dasar produk kerajinan tangan akan bernilai lebih tinggi dibandingkan hanya dibuang dan menjadi limbah pertanian. Sayangnya, belum banyak yang mengetahui potensi ini, termasuk para petani di Kabupaten Ketapang. Selama ini, daun nanas dibuang, dibakar, atau dibiarkan membusuk, tanpa pernah diposisikan sebagai bahan baku industri kreatif.

Salah satu peserta pelatihan yang merupakan perajin kayu menyampaikan saat ini ekosistem sudah mulai rusak dan daun-daun seringkali dibuang atau dibakar tanpa tahu bahwa tanaman tersebut bermanfaat untuk bahan dasar kerajinan.

Mengusung judul โ€œPenguatan Literasi Budaya Kreatif melalui Identifikasi Nilai dan Potensi Pemanfaatan Serat Nanas di Ketapang: Implikasinya pada Peningkatan Ekonomi Kreatif UMKM Berkelanjutanโ€, masyarakat mendapatkan pelatihan pengolahan serat nanas pada 27 โ€“ 28 Januari 2026. Tim program pengabdian masyarakat diketuai oleh Dr. Tri Sulistyaningtyas, M.Hum., dengan tim yang terdiri atas Yani Suryani, M.Hum., Adi Supriadi, M.M., Evi Azizah Febriyanti, M.Hum., dan Sira Kamila Dewanti Amalia, M. Hum. Para pakar kriya ikut serta dalam penelitian ini, adalah Dr. Dian Widiawati, M.Sn. dari KK Kriya dan Tradisi, FSRD ITB dan Prof. Dr. Husen Hendriyana, S.Sn., M.Ds., dari FSRD ISBI Bandung. Program ini juga dihadiri oleh Perwakilan Desa dan Perwakilan Kabupaten Ketapang yang turut mendukung pelatihan bagi pengembangan UMKM. Desa yang terlibat dalam pelatihan ini di antaranya Desa Sungai Bakau, Desa Sungai Besar, Desa Pelang, Desa Baru, Desa Kali Nilam, Desa Sungai Melayu, dan Desa Pesaguan Kanan. Kecamatan yang terlibat, yaitu Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kecamatan Delta Pawan, Kecamatan Melayu Raya, dan Kecamatan Benua Kayong.

Pada program ini, masyarakat diajarkan untuk mengurai serat daun nanas yang dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu cara manual dan penggunaan mesin dekotikator. Secara manual, serat dapat diperoleh melalui teknik pengerokan (scraping) dan proses retting atau pembusukan terkontrol. Pada program ini, masyarakat Ketapang diajarkan mendapatkan serat daun nanas dengan teknik pengerokan. Teknik pengerokan dilakukan untuk menguraikan daun. Setelah terurai, daun akan direndam semalaman hingga berubah menjadi putih. Serat daun nanas yang sudah berubah menjadi putih dapat diolah menjadi berbagai kerajinan, seperti sandal, topi, tas, kain tenun, dan lampu.

Materi yang disampaikan mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya literasi budaya dan kreativitas dalam memproduksi kerajinan tangan. Tanpa literasi budaya dan kreativitas, produk yang dihasilkan akan monoton dan tidak dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Pendampingan di Ketapang menunjukkan tantangan utama bukan terletak pada ketiadaan sumber daya, melainkan pada ketiadaan pengetahuan yang menghubungkan produk dan pasar. Ketika masyarakat memahami karakter nanas, teknik pengolahan nanas, serta potensi produk hasil serat nanas, masyarakat Ketapang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada satu jenis komoditas atau satu jenis kerajinan. Masyarakat mulai memiliki pilihan.

Keberadaan daun nanas yang dapat diolah menjadi serat telah menawarkan sesuatu yang lebih substansial kepada masyarakat, yakni pemahaman bahwa masyarakat Ketapang dapat menjadi produsen kerajinan tangan bernilai budaya, bukan sekadar pemasok bahan mentah atau menyisakan limbah pertanian. Oleh karena itu, limbah dan sampah tidak lagi dilihat sebagai beban. Limbah berubah menjadi bahan baku pengetahuan, kreativitas, dan masa depan ekonomi di Kabupaten Ketapang.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
69 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
46 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
41 V | 30/06/2026
Aulia Lia
48 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
50 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
22 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
40 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 55 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 42 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 35 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 54 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 33 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 41 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
55 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
34 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
87 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
28 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
53 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
41 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
41 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved