Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Desak Kesetaraan Status PPPK dan Beasiswa PIP, Guru Madrasah Lamongan Minta Dukungan DPRD Lamongan Fraksi PDI-P

Radar Nusantara, Lamongan โ€“ Sekolah dan madrasah, meski berada di bawah dua kementerian berbeda, secara hukum telah sejajar jenjang pendidikannya. Namun, nasib guru dan siswa di madrasah swasta, khususnya di Kabupaten Lamongan, masih terbelit persoalan diskriminasi, terutama terkait status kepegawaian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan alokasi bantuan beasiswa siswa (PIP).

Persoalan ini dibawa serius oleh Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), yang bahkan menjadwalkan audiensi langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Ketua PGMM Jawa Timur, Tosari, yang juga Guru MTs Darussalam Getung Kecamatan Turi, Lamongan, menyampaikan bahwa inti dari semua tuntutan adalah kesejahteraan pendidik di Madrasah dan kesetaraan hak siswa.

“Kami meminta dukungan dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan. Lusa (30/10/2025) kami akan ke Jakarta untuk audiensi dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam rangka kesejahteraan guru madrasah, khususnya soal PPPK,” ujar Tosari, usai FGD dengan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan, Selasa (28/10/2025).

Salah satu poin krusial yang diungkap Tosari adalah program PPPK yang dinilai merugikan guru madrasah swasta. “Guru baru mengabdi 2-5 tahun di sekolah negeri bisa ikut PPPK. Sementara kami di madrasah swasta, pengabdian sudah 10 hingga 30 tahun, justru tidak dapat,” katanya.

Selain PPPK, PGMM juga menuntut kesetaraan kuota Program Indonesia Pintar (PIP). “Selama ini kami rasakan tidak enak sekali. Soal PIP, yang di sekolah (negeri) hampir dapat semua, yang di madrasah hampir tidak dapat,” ucapnya.

Menurut Tosari, jika di sekolah negeri mendapat 100 kuota, madrasah seharusnya mendapat jumlah yang sama, bukan hanya 5 atau 10.

“Artinya ini kan ada diskriminasi terhadap anak negeri,” ujarnya.

Di tingkat daerah, PGMM mendorong agar guru-guru yang belum mendapat inpassing sertifikasi dapat dicover oleh daerah untuk diberikan insentif, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian.

Dukungan Legislatif: Saatnya Madrasah Ikut Otonomi Daerah

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan, Erna Sujarwati, mengakui bahwa keluhan PGMM bukan barang baru. Fraksinya menyatakan dukungan penuh dan akan berkoordinasi dengan jejaring lintas kewenangan, termasuk berkirim surat ke Fraksi DPR RI PDI Perjuangan.

“Keluhan ini sudah banyak yang mengeluh. Madrasah swasta sangat dirugikan. Karena guru yang mengajar dari awal di sekolah mereka, setelah lulus PPPK, akhirnya harus mengajar di negeri, sekolah lama ditinggalkan,” kata Erna.

Erna menekankan bahwa pendidikan, kesehatan, dan sosial adalah tanggung jawab negara. Ia berpendapat bahwa persoalan PPPK harus diselesaikan di level pusat karena menyangkut regulasi dan kewenangan Kemenpan RB.

“Bagaimana supaya yang belum PPPK ini bisa PPPK dengan sama seperti mereka-mereka yang sudah PPPK di sekolah negeri? Harusnya kalau regulasi diubah, bisa sama-sama dari Kemenpan RB-nya,” tuturnya.

Senada dengan tuntutan PGMM, Wakil II Ketua DPRD Lamongan, Husen, menegaskan bahwa madrasah sudah saatnya ikut otonomi daerah.

“Madrasah sudah saatnya ikut otonomi daerah, khususnya dalam hal beasiswa murid, baik itu PIP maupun KIP. Yang kedua, ke-tenagaan guru, apakah itu kaitannya dengan sertifikasi inpassing,” ujar Husen.

Ia merujuk pada Keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan alokasi anggaran minimal 20 persen berlaku sama untuk sekolah dan madrasah. Husen menilai ambiguitas kebijakan Kemenag yang membuka ruang PPPK, namun tidak mengembalikan guru tersebut ke madrasah swasta tempat mereka dibesarkan, menjadi masalah utama.

“Maka saatnya didorong madrasah ikut otonomi daerah dalam pengelolaan pendidikan,” kata Husen Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, menekankan bahwa undang-undang sudah mengatur jenjang pendidikan sekolah dan madrasah sudah sejajar.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
79 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
52 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
53 V | 30/06/2026
Aulia Lia
62 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
71 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
35 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
54 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 67 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 48 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 43 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 70 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 45 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 65 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
67 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
43 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
101 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
50 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
69 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
53 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
53 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved