Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Kader yang Jatuh dalam Praktek Korupsi dan Disiplin Partai: Komunikasi dan Sosialisasi Terus Menerus

Oleh: Andre Vincent Wenas

Radar Nusantara, Bandung – Para rekan menghujani pertanyaan (beberapa agak insinuatif), bagaimana tuh dengan kader PSI di Kaltara yang ditangkap, katanya partai anti-korupsi kok kadernya korupsi juga? Dihujani pertanyaan sedemikian ramainya sekaligus menuntut jawaban segera maka baiknya saya respon lewat artikel ini saja, biar dijawab sekaligus ya.

Pertama kita pahami dulu dua hal, yaitu Partai dan Kader. Partai adalah organisasinya, ada Visi, Misi dan DNA juga AD-ART-nya. Lalu partai ini dijalankan oleh para kadernya yang tersusun dalam struktur organisasi. Keduanya (partai dan kadernya, atau struktur dan agensinya) saling pengaruh mempengaruhi.

Terpampang di laman resminya, visi PSI adalah Indonesia yang berkarakter kerakyatan, berkemanusiaan, berkeragaman, berkeadilan, berkemajuan dan bermartabat.

Sedangkan misinya adalah untuk menggalang kekuatan nasional melalui sebuah kepemimpinan politik yang ideologis, terorganisir, dan terstruktur. Menggalang perjuangan politik dengan nilai solidaritas nasional melanjutkan agenda reformasi dan demokratisasi.

Lalu, membangun kembali semangat republikanisme, merajut kembali rasa kebangsaan yang terserak, menanam kembali benih-benih idealisme, mendirikan kembali benteng-benteng kebhinnekaan dan membangun kembali pondasi gotong royong.

Akhirnya, mendorong martabat Indonesia dalam pergaulan internasional, sesuai prinsip politik bebas aktif dengan melibatkan kondisi geopolitik internasional yang sedang berkembang.

Sedangkan DNA PSI adalah Kebajikan (anti korupsi) dan Keragaman (anti intoleransi). Dengan Trilogi identitas PSI yaitu Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman dan Meneguhkan Solidaritas

Sekedar mengingatkan, DNA adalah istilah yang dipinjam dari ilmu kimia genetik, abreviasi dari asam deoksiribonukleat (DNA). Ini adalah molekul yang menyimpan instruksi genetik untuk perkembangan, fungsi, pertumbuhan, dan reproduksi semua organisme hidup.

Strukturnya berupa heliks ganda (tangga spiral) yang terdiri dari dua untai DNA berpasangan menggunakan basa-basa seperti Adenin (A), Guanin (G), Sitosin (C), dan Timin (T). DNA bertanggung jawab sebagai “cetak biru” kehidupan dan membawa informasi genetik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Nah, yang dipersoalkan oleh rekan-rekan yang bertanya tadi adalah menyangkut soal anti-korupsi sebagai DNA PSI, kok ada kadernya di Kaltara yang tertangkap Kejaksaan melakukan praktek korupsi? Lalu apa tindakan PSI sebagai cerminan sikap partai?

Sederhana saja, kader yang melakukan praktek korupsi dikeluarkan dari partai. Penegakan disiplin partai yang mengaku anti-korupsi ya harus begitu. Tegas tanpa tedeng aling-aling. Jadi kader PSI di Kaltara yang korupsi itu telah dikeluarkan dan posisinya digantikan kader lainnya. Habis perkara, life must go on.

Untuk memahaminya, cara paling gampang adalah dengan melakukan perbandingan (komparasi). Ambil contoh ada partai politik yang tetap bersikukuh untuk mengangkat kembali mantan napi korupsi yang telah divonis bersalah secara sah dan meyakinkan sebagai Sekjen partainya.

Padahal proses pengadilannya terbuka dan panjang. Semua mata menyaksikan prosesnya, kita jadi tahu bahwa definisi suap dalam terminologi hukum didefinisikan sebagai โ€œpemberian atau janji kepada seorang penyelenggara negara atau pegawai negeri yang berhubungan dengan jabatannyaโ€. Di situlah, suap termasuk dalam tindak pidana korupsi.

Kita pun masih ingat pada apa yang terjadi sepanjang proses Pemilu 2024 yang baru lalu. Dalam Pileg dan Pilkada ternyata masih banyak partai politik yang tanpa malu-malu mencantumkan kadernya yang mantan napi korupsi sebagai caleg dan kandidat kepala daerah.

Sehingga pertanyaannya bagaimana mungkin parpol yang masih menyalonkan mantan napi korupsi bakal meloloskan RUU Perampasan Aset Koruptor? Apalagi RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal.

Menurut laporan ICW (Indonesia Corruption Watch) dalam siaran persnya (6 November 2023), ada 56 mantan terpidana korupsi yang dicalonkan oleh 11 partai politik pada Pemilu 2024 kemarin. Kesebelas parpol itu adalah: Golkar (9 kader), Nasdem (7), PKB (6), Hanura (6), Demokrat (5), PDI Perjuangan (5), Perindo (4), PPP (4), PKS (1), PBB (1), dan Partai Buruh (1).

Sedangkan untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang independen terdeteksi oleh ICW ada tujuh mantan napi korupsi yang ikut kontestasi di tahun 2024 kemarin.

Jadi terpulang kepada para pemilih, apakah kemarin masih mau memilih caleg yang mantan napi korupsi? Atau dikembalikan pada sang mantan napi korupsi, apakah tidak punya malu untuk mencalonkan diri kembali dalam kontestasi jabatan publik? Atau terpulang pada parpolnya, apakah parpolnya masih punya disiplin anti-korupsi beserta anasir-anasirnya?

Kembali ke soal PSI. Tertuang di laman resminya, bahwa Partai Solidaritas Indonesia merupakan kekuatan politik baru yang ingin mengembalikan politik ke tempat yang terhormat. PSI lahir dari kesadaran bahwa politik adalah sebuah tugas mulia untuk mewujudkan kebahagiaan bagi semua orang.

Atas dasar itulah Partai Solidaritas bertekad mengakhiri sengkarut politik hari ini dengan mengembalikan politik kepada nilainya yang luhur. PSI ingin mendekatkan kembali politik dengan nilai-nilai kebajikan agar lahir NEGARAWAN yang seluruh pikiran dan tindakannya didasarkan atas kepentingan yang lebih besar untuk bangsa dan negara Indonesia, bukan sekadar kepentingan pribadi politik jangka pendek.

Kader-kader parpol adalah manusia-manusia yang perlu senantiasa dibina, lewat komunikasi dan sosialisasi terus menerus. Jatuh bangun dalam dinamika organisasi itu hal yang manusiawi, namun disiplin organisasi harus terus ditegakkan.

Sudah diingatkan, agar senantiasa berjaga-jaga dan berdoa, supaya kita jangan jatuh dalam pencobaan, roh memang penurut tetapi daging lemah.

Jakarta, Selasa 26 Agustus 2025
Andre Vincent Wenas,MM,MBA., Pemerhati Ekonomi dan Politik, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
90 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
81 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
71 V | 30/06/2026
Aulia Lia
77 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
86 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
48 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
83 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 78 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 62 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 54 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 89 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 68 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 79 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
78 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
60 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
116 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
76 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
80 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
71 V | 30/06/2026
Radar Terkini

The Grip of the Wood and the Silence of the Stone

Dede Permana
126 Views
12 Okt 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved