Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Viral Pemerasan Oleh Oknum Polisi Polda Jatim, Ini Penjelasannya

Radar Nusantara, Surabaya – Dari informasi, pada Selasa (7/1) malam, ada 7 anggota unit V siber Polda Jatim mengendarai 2 mobil mendatangi orang yang merekam video dan yang direkam video pengakuan kalau diperas oleh oknum polisi Polda Jatim.

Untuk mengetahui kebenaran akan isi video, dan informasi 7 anggota siber mendatangi orang yang direkam dan merekam video, media melakukan konfirmasi ke Kasubdit V siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Charles P. Tampubolon via pesan WhatsApp (WA) pada Rabu (8/1).

Dalam balasan konfirmasi, AKBP Charles menyatakan tidak benar.

“Tidak benar adanya pemerasan dan pemeriksaan terhadap ibu kades dan tidak benar adanya polisi yang mendatangi kedua org itu,” jawab Charles via pesan WA, Rabu (8/1) pukul 20.48 WIB.

Saat di konfirmasi bahwa dalam video bukan bu Kades yang diperiksa, melainkan suaminya, dan apakah tidak ada 3 orang yang ditangkap sesuai dengan video, dan tidak ada polisi yang mendatangi orang direkam dan merekam video, Charles mengatakan tidak ada.

“Betul pak. Penangkapan ketiga orang yang disebutkan tidak ada dan terkait 7 orang polisi yang mendatangi itu tidak ada pak dari anggota siber polda jatim. Terima kasih sudah konfirmasi pak,” jawab Charles. Rabu (8/1) pukul 20.59 WIB via pesan WA.

Perlu diketahui, beredar video bahwa istri dari salahsatu Kades di wilayah Kabupaten Sidoarjo direkam oleh perempuan inisial NN, menjelaskan bahwa suaminya dan kedua orang ditangkap oleh Polda Jatim.

Untuk membebaskan suaminya, dia mengambil uang tunai Rp 220 juta diserahkan ke suaminya (lurah Hendro) yang saat itu berada di Polda Jatim.

“Dhani kena 75 juta, Soleh 125, pak Hendro 220 juta, itu pun nego kalau ga nego kena setengah M (red:miliar). Pak lurah bilang kalau kena setengah M, mending ta jalani ae,” ungkapnya.

Sementara itu, perempuan berinisial NN, dalam surat pernyataannya, mengaku kalau dirinya yang merekam pengakuan dari istri pak lurah.

Surat pernyataan tertanggal 27 Desember 2024, NN menyatakan benar menyaksikan pengakuan dari bu kades.

“Nama panggilan bu kades Hendro di dalam video tersebut yang saya rekam bu kades Hendro mengatakan dengan sebenarnya suaminya telah di tangkap oleh subdit cyber Polda Jatim sekira bulan delapan 2023,” isi pernyataan NN.

“Bu Hendro mengatakan telah membayar sejumlah nominal senilai Rp 425.000.000 dan diserahkan kepada kanit cyber di bawah pimpinan Kasubdit cyber AKBP Charles untuk melepaskan 3 tersangka,” cuplikan isi surat pernyataan.

“Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan video torsebut asli adanya tanpa rekayasa apa pun,” pungkasnya.

Sementara itu, Didi Sungkono S.H., M.H., pengamat kepolisian asal Surabaya, sempat mengomentari adanya video tersebut.

โ€œKalau dilihat dan dicermati, video tersebut adalah asli bukan hoax. Dan kalau dilihat dari kacamata hukum, ini benar kejadian ada,” ujar direktur LBH Rastra Justitia 789 ini. Selasa (7/1) siang lalu.

“Dalam arti peristiwa pidana tersebut ada, korelasinya berkesinambungan, logika hukumnya tidak mungkin masyarakat berani membuat video pengakuan seperti ini kalau tidak ada peristiwa hukum yang terjadi, karena masyarakat rata-rata malas bersentuhan dengan hukum dan aparat hukum,” ujar kandidat doktor hukum ini.

“Semua tergantung pihak pimpinan kepolisian, harusnya Kapolda mendapatkan informasi seperti ini segera turunkan team, baik Paminal atau Propam, tindaklanjuti kebenaran hingga timbul fakta-fakta hukum,โ€ ujar dosen ilmu hukum dibeberapa universitas.

Lebih jauh Didi Sungkono menguraikan, hukum pidana memang tidak mengejar pengakuan tapi bukti otentik.

“Kalau mencari bukti penyerahan uang ke siapa. Tentunya kesulitan, karena yang dihadapi ini juga bukan orang sembarangan, dalam arti oknum-oknum ini adalah arsitek hukum, merah bisa jadi biru, hitam bisa jadi ungu,” ujarnya.

“Tapi ini kelakuan oknum ya, kalau Polri tetap baik. Inilah fungsi seorang pemimpin yang kapability, mempunyai kapasitas dan trust (kepercayaan),” ucapnya.

“Bagaimana Polri kedepan akan dipercaya oleh masyarakat kalau ada info seperti ini tidak ditindaklanjuti?,” katanya.

“Saksi fakta sudah ada, peristiwa hukum jelas, uang diserahkan dimana juga ada, kapan kejadiannya jelas, semua tinggal itikad baik dari pimpinan Polri,โ€ ujarnya. @redho


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
58 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
35 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
31 V | 30/06/2026
Aulia Lia
45 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
41 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
18 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
33 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 39 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 25 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 25 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 42 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 28 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 31 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
39 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
24 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
75 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
24 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
49 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
31 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
31 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved