Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Wow!! Kuras anggaran hingga ratusan juta rupiah, pengerjaan rehabilitasi gedung Disnaker-trans Purwakarta oleh CV. Angrek Gumilang jadi sorotan…!!!!!

Radar Nusantara, Purwakarta – Fantastis, mungkin kata tersebut tepat untuk menggambarkan jumlah anggaran yang dikeluarkan negara untuk perawatan sebuah gedung Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker-trans), Purwakarta, Jawa Barat. Bukan tanpa sebab, pasalnya, gedung Disnaker-trans Purwakarta saat ini diketahui “menumpang” disalah satu tempat daerah jl. veteran dikarenakan gedung utamanya sedang “dirobohkan” total untuk direhabilitasi namun hingga saat ini belum dibangun kembali.

Empat Ratus Dua Puluh Lima Juta Enam Ratus Tiga Belas Ribu Lima Puluh Delapan Rupiah (425,613,058 -red), setidaknya itu nilai tertulis anggaran yang (katanya) dihabiskan untuk pemeliharaan gedung kerja. Nilai yang (kecil) jika itu untuk pembangunan total sebuah gedung perkantoran, namun nilai yang FANTASTIS jika itu HANYA untuk sebuah “pemeliharaan” gedung yang notabenenya gedung sementara. Kalaupun kita akan berasumsi untuk pembangunan gedung kerja dengan nilai segitu, pertanyaannya gedung mana yang dibangun? sementara area gedung Disnaker-trans Purwakarta saja masih rata dengan tanah dan hingga saat ini tak jelas kapan mau dibangun kembali.

Jika kita mengamati lebih jauh, pengerjaan yang dilakukan oleh pihak ketiga dengan nama CV. Angrek Gemilang tersebut banyak kejanggalan-kejanggalan, selain nilai yang fantastis untuk sebuah pemeliharaan gedung (sementara), alamat CV (vendor) pun kami pertanyakan, CV Angrek Gemilang yang beralamatkan Jl. Angrek III RT25/03 Kel Nagri Kaler, Purwakarta diduga fiktif, pasalnya kami pernah telusuri alamat tersebut diatas namun kami hanya mendapati rumah-rumah warga dan tidak terlihat seperti “kantor” disana.

Melalui penelusuran lebih dalam, awalnya kami menemukan sebuah nama yang diduga “owner” dari CV. Angrek Gemilang yaitu bernama Ferry, bahkan kami mendapatkan nomor kontaknya. Alangkah mengagetkan, ketika kami cek disalah satu aplikasi cek nomor kontak, nama yang tertulis disana adalah “ferry galon” (dan sejenisnya), kuat dugaan Ferry memiliki usaha galon atau bisa jadi hanya pekerja disalah satu depot isi ulang air galon, tapi kok bisa ya nama itu ada dalam CV. Angrek Gemilang???

Namun belakangan (setelah kami konfirmasi) muncul nama Urip sebagai penanggung jawab langsung pengerjaan, informasi tersebut disampaikan oleh Kadis Disnakertrans, Didi.

Jika kita amati proses pengerjaannya, bisa jadi adalah melalui E-catalog atau Penunjukan Langsung (PL), karena setelah kami cek di LPSE nama CV Tersebut tidak tercantum dalam daftar lelang. Sebagaimana kita ketahui pada Peraturan Presiden (Perpres) RI No. 70 tahun 2012 menyatakan pekerjaan konstruksi dengan sistem Penunjukan Langsung (PL) hanya boleh dilakukan dengan nilai anggaran paling banyak Rp200.000.000,00, jika diatas itu harus melalui proses e-catalog atau lelang, hal ini dilakukan untuk menghindari adanya monopoli dalam pelaksanaan dan memperkecil kemungkinan kongkalikong, korupsi & mark-up harga dari para pihak.

Seharusnya, pengerjaan diatas 200jt mesti melewati proses lelang, bukan PL atau e-catalog, kami akan menelusuri lebih lanjut lagi terkait hal ini karena saat ini kami belum bisa memberikan statement.

Pada Kamis 2/1/25 kami mencoba konfirmasi kepada Kepala Dinas, DIDI GARNADI, S.Pd., MM., beliau memberikan klarifikasi jika secara teknis beliau tidak terlibat langsung dengan pengerjaan ini.

“Saya hanya mengajukan, meminta, karena butuh ruangan untuk pelatihan sebanyak 2 ruangan” pungkas Didi Garnadi.

“Untuk urusan teknis, rekan-rekan media bisa bertanya ke ULP atau langsung ke vendor yang mengerjakannya” lanjut Didi

“Untuk gedung, bisa kita lihat bersama-sama ada disebelah” tutupnya.

Kami dari tim media pun sempat melakukan penelusuran ke gedung yang dimaksud. Memang ada perombakan gedung, namun menurut analisa kami tidak akan menghabiskan biaya sedemikian banyak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari pihak vendor maupun ULP, namun kami selaku sosial kontrol berharap agar klarifikasi dan konfirmasi segera dilakukan oleh pihak-pihak terkait proyek ini.

(Rendy Rahmantha Yusri)


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

🏠 Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan
Radar Daerah
Radar Nusantara
58 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
54 V | 30/06/2026
Aulia Lia
62 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
78 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
35 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
61 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP • 45 Views
23 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi
Politik
Robi Mabruloh
67 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
45 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
104 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
55 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
69 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
54 V | 30/06/2026
Radar Terkini

The Grip of the Wood and the Silence of the Stone

Dede Permana
71 Views
12 Okt 2026
© 2026 Copyright © 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved