Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Jelaskan Makna Gelar Akademik, Mendagri: Bukan Sebatas Gelar, tetapi Cara Berpikir

Radar Nusantara, Jatinangor – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan makna penting gelar akademik, baik di jenjang S1, S2, dan S3. Dia menekankan, bukan tentang meraih gelar, tetapi mengubah cara berpikir. Adapun skripsi, tesis, dan disertasi berfungsi untuk melatih cara berpikir, berusaha mencari solusi dari suatu permasalahan dengan menggunakan metodologi ilmiah.

Hal inilah yang disampaikan Mendagri pada acara Pembekalan kepada Calon Wisudawan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, dan Program Doktor Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun Akademik 2023/2024. Kegiatan itu berlangsung di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (26/7/2024).

โ€œSaya ingin menyampaikan bahwa S1, S2, S3 mau belajar ini adalah mengubah cara berpikir dari non-science menjadi science, dari tidak berpikir ilmiah menjadi berpikir ilmiah, tapi ada tingkatannya. Pada saat di S1 targetnya cuma satu saja, mengubah dari cara berpikir yang non-ilmiah misalnya tebak-tebakan atau feeling-feeling-an, insting, menjadi berbasis ilmiah,โ€ katanya.

BACA JUGA : BPSDM Kemendagri dan KAS Jerman Luncurkan Modul Digital Pendalaman Tugas DPRD

Mendagri menjelaskan, pada tingkat S1, mahasiswa dilatih cara berpikirnya untuk menjawab pertanyaan โ€œwhatโ€, dengan menggunakan referensi standar kemudian mendemonstrasikannya ke dalam metodologi yang paling dasar. Selanjutnya pada tingkat S2 lebih kompleks lagi, yakni menjawab pertanyaan โ€œhowโ€. Pertanyaan ini membawa kepada analisis yang lebih mendalam, dengan referensi lebih banyak dan metodologi lebih kompleks. Adapun pada tingkat S3 menjawab pertanyaan โ€œwhyโ€. Pada tingkatan ini mahasiswa dituntut bisa menganalisis, menjawab, dan menemukan teori baru.

โ€œLebih hebat lagi dia mematahkan teori itu, temuan saya tidak cocok dengan teori itu, itu hebat, yang paling hebat kalau dia menemukan teori baru, itulah S3. Cara berpikir sudah menantang konsep orang lain yang melakukan penelitian juga dengan komprehensif, dan teorinya berlaku universal dan kita bisa patahkan, itu hebat,โ€ ungkapnya.

Dirinya mengaku tidak begitu tertarik dengan problem yang dibuat dalam skripsi, tesis, maupun disertasi. Baginya yang menarik adalah bagaimana kerangka, pola, atau cara mahasiswa menyelesaikan permasalahan menggunakan referensi, studi kepustakaan, dan metodologi yang benar. Lewat referensi, maka akan bisa dibandingkan masalah apa yang hendak diselesaikan dan bagaimana solusinya. Selanjutnya, melalui studi pustaka, mahasiswa bisa mencari teori yang relevan. Kemudian, dengan metode yang tepat, mahasiswa dapat mencari dan mengumpulkan data yang berkualitas, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

โ€œKunci daripada S3 terutama adalah kemampuan metodologi, dan setelah itu, baru kita menganalisis semua temuan penelitian kita. Metodologi penelitian kita dengan referensi dan studi kepustakaan itu dianalisis, sehingga timbul, kita bisa memiliki opsi-opsi solusi pemecahan masalah jawaban atas masalah dan kita memilih yang kita anggap yang terbaik dari semua opsi itu. Itulah cara berpikir ilmiah,โ€ jelasnya.

BACA JUGA : Plt. Sekjen Kemendagri Tekankan Pentingnya Integritas dan Profesionalisme ASN dalam Melayani Masyarakat

Mendagri menekankan kepada calon wisudawan IPDN dari tingkat sarjana hingga doktor agar tidak terjebak dengan kebanggaan semu terhadap gelar yang tidak memberikan makna apa-apa untuk diri pribadi. Menurutnya, gelar gampang dicari tetapi cara berpikir tidak. Cara berpikir inilah yang menjadi senjata penting untuk menghadapi berbagai permasalahan yang ditemui sehari-hari.

โ€œNah itulah sebetulnya makna yang terpenting dari seorang sarjana. Jadi, sekali lagi bukan gelarnya S1, S2, S3, dan lain-lain, tapi adalah mengubah cara berpikir. It’s not really the title you are after, what we are after is changing our way of thinking to be scientific,โ€ pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
51 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
35 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
27 V | 30/06/2026
Aulia Lia
37 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
40 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
18 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
31 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 38 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 25 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 22 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 38 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 27 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 27 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
38 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
23 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
67 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
17 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
45 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
27 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
27 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved