Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

18 April 2026 Megawati Soekarnoputri menghadiri Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Sekolah Partai PDI Perjuangan di Lenteng Agung Jakarta

Radar Nusantara, Jakarta – Mega sebagai pembicara kunci.

Kedatangan Mega disambut oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto beserta jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan lainnya seperti Bintang Puspayoga, Ahmad Basarah & Yoseph Aryo Adhi Dharmo.

Saat tiba di Lenteng Agung, Mega sangat antusias membaca satu persatu gambar & dokumentasi tulisan yang dipajang.

Mega tampak bernostalgia. Memorinya kembali ke tahun 1950an hingga tahun 1960an, saat masa anak-anak & remajanya rutin bertemu langsung dengan sosok pemimpin dunia yang ada digambar.

Kala itu ayahnya, Soekarno memang kerap mengajak Mega bertemu tokoh-tokoh dunia kala menerima tamu di Jakarta atau menemani Sang Proklamator dalam kunjungan resminya pada konferensi dunia.

Pada pidatonya, Mega menyampaikan tentang urgensi pelaksanaan KAA Jilid II. Tujuannya sebagai sebuah alternatif dalam mengatasi goncangan geopolitik saat ini yang penuh dengan ketidakpastian.

Menurut Mega, pemikiran Geopolitik Bung Karno menjadi fondasi serta kompas penunjuk arah bagi masa depan bangsa Indonesia & dunia.

Tantangannya masih sama yaitu imperialisme & kolonialisme. Hanya saja tantangan itu memiliki corak serta wajah yang berbeda di era modern saat ini.

Selain mengusulkan KAA Jilid II, Mega juga sempat memberikan kritik terhadap cara kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mega menekankan pentingnya PBB melakukan reformasi kelembagaan dengan menghapus hak veto bagi negara-negara tertentu.

Tidak hanya itu, Mega secara tegas juga mendorong perubahan struktur Dewan Keamanan PBB hingga pemindahan Markas Besar PBB ke negara yang lebih netral.

Ada pun kritik terhadap PBB tersebut meneruskan kembali gagasan dari Presiden Soekarno untuk menciptakan keadilan global. Pada poin keadilan global ini sejalan pula dengan pandangan geopolitik Soekarno dalam mewujudkan kesetaraan dunia.

Konstruksi yang dibangun harus dengan keselarasan atau ko-eksistensi antar bangsa-bangsa. Di mana hal ini berdampak positif bagi dunia yang lebih aman, tanpa kekerasan & penyelesaian konflik melalui dialog.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
68 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
44 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
41 V | 30/06/2026
Aulia Lia
48 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
50 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
22 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
40 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 55 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 36 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 35 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 54 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 33 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 41 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
55 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
32 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
85 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
28 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
52 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
41 V | 30/06/2026
Radar Terkini

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
41 Views
30 Jun 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved