Radar Nusantara, Cisarua – Info Gempa Dunia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga terdampak atas peristiwa tanah longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlagu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peristiwa ini menjadi duka bersama, mengingat longsor tidak hanya merenggut harta benda, tetapi juga menimbulkan trauma mendalam bagi warga setempat.
Tanah longsor tersebut terjadi setelah wilayah Cisarua dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya dukungnya, sehingga tidak lagi mampu menampung curah hujan yang terus turun. Akumulasi air di dalam tanah inilah yang kemudian memicu terjadinya pergerakan tanah di lereng perbukitan.
Selain faktor cuaca, alih fungsi lahan turut menjadi penyebab utama terjadinya longsor. Perubahan lahan hutan menjadi perkebunan sayur atau sejenisnya di lereng bukit menghilangkan vegetasi alami yang berfungsi sebagai pengikat tanah. Akar-akar pohon besar yang sebelumnya menahan struktur tanah kini tergantikan oleh tanaman berumur pendek, sehingga kestabilan lereng menurun dan longsor pun tak dapat dielakkan.
Ini merupakan akumulasi kejadian secara bertahap, bukan instan. Fenomena peralihan fungsi lahan di lereng perbukitan ini merupakan masalah krusial yang tidak hanya terjadi di Cisarua, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Jawa Barat termasuk Seluruh Indonesia. Banyak perbukitan terjal yang dulunya merupakan kawasan hutan kini berubah menjadi lahan perkebunan sayur. Jika alih fungsi lahan ini terus berlangsung tanpa pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan, maka risiko bencana serupa akan terus mengancam keselamatan masyarakat.
Salam
@infogempadunia
Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












