Radar Nusantara, Bandung, Jawa Barat – Suderajat (49), pedagang es gabus tradisional, mengaku belum kembali berjualan selama tiga hari terakhir setelah insiden yang terjadi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu lalu. Ia mengaku masih diliputi rasa takut dan trauma akibat peristiwa tersebut.
Ditemui di rumahnya di wilayah Depok, Selasa (27/1/2026), Suderajat menyampaikan kekhawatirannya untuk kembali ke lokasi berjualan.
“Sudah tiga hari belum jualan, gara-gara kejadian hari Sabtu ya begini, takutnya saya dikeroyokin pas ke Kemayoran,” ujarnya.
Insiden ini bermula dari video yang viral di media sosial, memperlihatkan aparat menuding es gabus yang dijual Suderajat terbuat dari bahan berbahaya. Namun, setelah dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan oleh pihak berwenang, dagangan tersebut dipastikan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Pihak kepolisian dan aparat terkait telah menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi serta mengakui bahwa tudingan tersebut dilakukan tanpa menunggu hasil uji laboratorium. Kerugian yang dialami pedagang juga telah diganti.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang dampak besar dari informasi viral yang belum terverifikasi, terutama bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian.
Sumber: Berbagai Sumber
Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












