Radar Nusntara, Masih banyak masyarakat yang salah kaprah dan sering menyamakan antara penyakit akut dan kronis. Padahal, jika dilihat dari arti sebenarnya kedua kata ini sangat jauh berbeda dari arti dan kondisinya.
Akut adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi atau penyakit yang terjadi tiba-tiba atau mendadak, dan biasanya menunjukkan gangguan yang serius dan membutuhkan pertolongan dengan segera.
Untuk menggambarkan tingkat nyeri (rasa sakit), istilah akut digunakan untuk menggambarkan rasa sakit yang sangat kuat. Demikian juga untuk perdarahan akut, menandakan perdarahan yang terjadi cepat dan tiba-tiba dan biasanya merupakan kondisi yang serius yang memerlukan pertolongan medis segera.
Contoh penyakit akut adalah flu dan luka luar. Istilah akut pada penyakit bukan merupakan indikasi keparahan. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan periode waktu atau durasi berlangsungnya penyakit maupun keluhan dan seberapa cepat perkembangannya.
Sedangkan kronis adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu kondisi atau penyakit yang berlangsung lama, berulang, terjadi perlahan-lahan dan makin serius dan pengobatan yang dilakukan pun membutuhkan waktu yang panjang.
Berbeda dengan akut, kondisi kronis adalah proses yang terjadi secara perlahan, makin lama makin parah atau menjadi berbahaya. Suatu penyakit dapat digolongkan sebagai penyakit kronis jika terjadi selama lebih dari 6 bulan.
Salah satu contoh penyakit kronis adalah asma. Tetapi sebagian penyakit akut mempunyai peluang untuk menjadi kronis jika tidak segera diobati.
Kesimpulannya: Kedua istilah itu digunakan untuk membedakan durasi waktu perjalanan suatu penyakit baik terjadi secara tiba-tiba ataupun sudah terjadi dalam waktu yang lama.
Kronis digunakan untuk sakit yang sudah cukup lama hingga menahun. Sementara akut digunakan untuk sakit yang datangnya secara tiba-tiba.
Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












