Sempat Tak Direstui Orang Tua, Pria Sunda Jadi Jenderal Kopassus TNI

Ridwan Onchy

Radar Nusantara, Tak banyak yang tahu, perjalanan hidup Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Agum Gumelar dimulai dari sebuah keraguan bahkan penolakan. Lahir di Tasikmalaya pada 17 Desember 1945, pria Sunda ini sempat tidak direstui orang tuanya untuk menjadi tentara. Profesi militer kala itu bukanlah pilihan yang sepenuhnya didukung keluarga. Namun takdir berkata lain.

Kecintaannya pada alam bebas dan hobinya mendaki gunung perlahan mempertemukannya dengan dunia kemiliteran. Seragam loreng yang tampak gagah, disiplin yang tegas, serta jiwa pengabdian kepada bangsa, memanggil nuraninya. Dari sanalah tekad itu tumbuh dan tak lagi bisa dibendung.

Tempaan Operasi Militer

Karier Agum di TNI Angkatan Darat bukan sekadar formalitas jabatan. Ia ditempa dalam berbagai operasi militer yang keras dan penuh risiko. Berdasarkan catatan dalam buku otobiografinya “Agum Gumelar: Jenderal Bersenjata Nurani”, ia pernah diterjunkan ke Kalimantan Barat untuk menghadapi Pasukan Gerilyawan Revolusioner Serawak (PGRS) atau yang dikenal sebagai Paraku.

Tak berhenti di sana, Agum juga terlibat dalam Operasi Seroja di Timor-Timur, penugasan militer di Aceh, hingga Papua. Berbagai medan tempur telah ia lalui hutan lebat, wilayah konflik, hingga daerah rawan separatisme. Namun yang membuatnya berbeda bukan semata keberanian, melainkan pendekatan persuasif yang ia kedepankan.

Agum dikenal sebagai perwira yang mengedepankan hati nurani. Ketegasan tetap ia pegang, tetapi pendekatan kemanusiaan tak pernah ia lepaskan. Itulah sebabnya, dalam banyak penugasan, ia mampu menyelesaikan misi tanpa meninggalkan luka sosial yang mendalam.

Puncak Karier dan Kiprah Pasca Purnawirawan

Karier militernya mencapai posisi strategis, termasuk menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus ke-13 pada periode Juli 1993 hingga Agustus 1994. Ia juga dipercaya mengemban jabatan penting lainnya hingga akhirnya menjadi Gubernur Lemhannas.

Meski karier militernya “mentok” di posisi tersebut, kiprah Agum justru semakin bersinar setelah memasuki masa purnawirawan. Ia aktif di berbagai bidang pemerintahan dan diplomasi, menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti saat seragam ditanggalkan.

Keteguhan yang Mengalahkan Keraguan

Kisah Agum Gumelar adalah cerita tentang tekad yang mengalahkan keraguan, tentang anak Sunda yang tak direstui menjadi tentara namun justru menjelma menjadi jenderal Kopassus. Ia membuktikan bahwa keberanian bukan hanya soal angkat senjata, tetapi juga tentang kesetiaan pada panggilan jiwa.

Dari lereng gunung tempat ia menempa ketangguhan, hingga medan operasi yang menguji nyali, Agum Gumelar menorehkan jejak sebagai prajurit yang tak sekadar kuat tetapi juga bernurani.


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca