Radar Nusantara, India – Kabar buruk datang dari Benggala Barat, India. Virus Nipah, salah satu patogen paling mematikan di dunia, kembali memakan korban.
Merespons hal ini, Tailan langsung mengambil langkah tegas mulai 25 Januari 2026 dengan memperketat pemeriksaan kesehatan di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang, Bangkok.
Target utamanya jelas, yaitu penumpang yang datang dari India, khususnya wilayah Benggala Barat, wajib lolos skrining ketat.
Kasus ini bermula dari drama medis yang tragis di sebuah rumah sakit swasta di Barasat (26 km dari Kolkata).
- Wabah diduga dipicu oleh seorang pasien dengan gangguan pernapasan berat yang meninggal sebelum sempat dites lab.
- Dua perawat (laki-laki dan perempuan) yang merawat pasien tersebut tertular. Salah satunya kini dalam kondisi kritis dan koma.
- Dalam hitungan hari, kasus bertambah menjadi 5 orang, otoritas India kini melacak sekitar 180 orang kontak erat dan melakukan karantina darurat.
WHO tidak main-main menetapkan virus ini sebagai priority pathogen, alasannya bikin merinding.
- Tingkat Kematian Tinggi: Case Fatality Rate-nya mencapai 40% hingga 75%.
- Tanpa Senjata: Hingga detik ini, BELUM ADA VAKSIN maupun obat khusus untuk menyembuhkannya.
- Efek Fatal: Virus ini menyerang pernapasan akut hingga menyebabkan Ensefalitis (radang otak) yang mematikan.
- Asal Usul: Virus zoonosis ini dibawa oleh Kelelawar Buah (Pteropus), penularan bisa lewat kontak hewan, makanan tercemar (seperti air nira kurma yang dikencingi kelelawar), atau antarmanusia.
Langkah Thailand bukan paranoid semata.
- Petugas bandara Tailan memburu penumpang dengan gejala demam, kejang, bingung, hingga sesak napas, terutama yang punya riwayat perjalanan 21 hari terakhir dari India.
- Tetangga India lainnya, Nepal, juga memperketat pos perbatasan darat dan bandara internasional mereka.
Munculnya kembali Virus Nipah di awal 2026 ini menjadi pengingat bahwa ancaman pandemi dari hewan liar (zoonosis) tidak pernah tidur.
Dengan absennya vaksin, satu-satunya pertahanan terbaik saat ini adalah isolasi cepat dan pembatasan pergerakan dari wilayah wabah.
Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












