Radar Nusantara, Garut – Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengangkat sebanyak 32.000 pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 1 Februari 2026.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyampaikan bahwa seleksi PPPK tahap 2 ini sebanyak 32.000 formasi yang terdiri atas 31.250 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 750 untuk akuntan dan tenaga gizi. Saat ini para calon PPPK tersebut dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor induk PPPK.
“Pada tahap 2 kami sudah melakukan seleksi sebanyak 32.000 orang, dimana yang 31.250 itu khusus seluruh Kepala SPPG yang dididik melalui sarjana penggerak pembangunan Indonesia dan kita buka untuk umum 750 yang diisi oleh akuntan sebanyak 375 dan tenaga gizi 375,” ungkap Dadan, menyadur ANTARA.
Sementara PPPK tahap 3 dan 4 direncanakan masing-masing berjumlah 32.460 formasi.
Dadan Hindayana menambahkan bahwa saat ini Kantor Pusat BGN telah memiliki 615 tenaga kerja.
“Sekarang di kantor pusat saja sudah ada 615 tenaga kerja dan kita tahun ini akan membangun kantor regional setara eselon 2 di 38 provinsi,” ujarnya.
Sementara di tingkat Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah, ada 40 tenaga kerja yang terdiri atas 20 Kepala KPPG dan 20 Kepala Subbag Tata Usaha KPPG.
“Rencana penambahan KPPG sebanyak 338, sehingga total menjadi 358 KPPG,” sambungnya.
Kemudian, SDM di SPPG tercatat berjumlah 73.207 orang. Selanjutnya, relawan SPPG mencapai 825.936 orang yang perannya meliputi kepala juru masak, juru masak, pemorsian, persiapan, pencuci ompreng, pengemudi, kepala lapangan, keamanan, dan kebersihan.
Sebagai informasi, rekrutmen dan tes untuk PPPK tahap 1 sudah dilakukan. Sebanyak 2.080 orang sudah menjadi ASN terhitung mulai tanggal 1 Juli 2025.
Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












