banner 728x250

SANTAPAN RAJAKAYA KEPADA 3 CAPRES. BENTUK POST POWER SYNDROME ALA JOKOWI

Radar Nusantara
SANTAPAN RAJAKAYA KEPADA 3 CAPRES. BENTUK POST POWER SYNDROME ALA JOKOWI
SANTAPAN RAJAKAYA KEPADA 3 CAPRES. BENTUK POST POWER SYNDROME ALA JOKOWI
banner 120x600
banner 468x60

Publik melihat dan mencermati Keputusan MK dan upaya mewacapreskan Gibran. Sehingga membuat PDIP terkejut, meriang dan merasa dikhianati. Serta membuat kubu AMIN bertepuk tangan, karena kubu nasionalis pecah. Serta Kubu Prabowo yang mendapat durian runtuh. Tetapi dibalik itu semua, keputusan MK dan mewacapreskan Gibran tersebut dapat juga menjerumuskan Jokowi dan membuat kubu AMIN naik diatas angin.

Tiba- tiba Jokowi melakonkan peran di panggung ketoprak dengan Lakon Santapan Rajakaya. Yang disuguhkan lauk Soto dan Bebek, yang jika diartikan tafsirnya dalam bahasa jawa, dapat diartikan ” disoto “. Artinya : diplekoto, dibohongi, diremehkan, tidak dianggap — jadi sangat direndahkan. Apalagi ditambah lauk santapan bebek, yang dapat diartikan mbebek — akan mengikuti kehendak apa yang menjadi kemauan Jokowi. Jadi 3 Capres, yang diundang makan tersebut dijerat dalam intrik tersembunyi dibalik santapan tersebut.

banner 325x300

Walaupun disisi lain, kelihatan Jokowi dapat juga dinilai sebagai sosok yang memerankan politikus yang handal. Serta kelihatan disuyuti – dihormati – oleh semua capres. Kemudian dia terkesan mampu merangkul mereka semua. Tentu saja belum tentu para capres tersebut – suyut atau menghormati Jokowi — yang dihargai dan dihormati mereka adalah jabatan Jokowi sebagai Presiden. Karakter dan mental Jokowi sudah terbaca oleh para Capres. Mereka juga sudah tahu, tujuan dari undangan Jokowi ataupun adanya udang dibalik batu pada acara santapan Rajakaya tersebut.

BACA JUGA : Bukan hanya main mata, para mafia rampok uang perusahaan PT SC seakan tak tersentuh..?!

Para capres sudah tahu Jokowi pingin disabyo– subyo, diangkat dan setinggi- tingginya. Jokowi mengalami post power syndrome. Jokowi sudah over confident, merasa dapat mengatur segalanya. Jokowi merasa dapat mengatur kuasa akan kekuasaan. Padahal ada Yang Maha Kuasa di atas segalanya , yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *