Radar Nusantara, Iran – Pemerintah Iran dilaporkan berhasil melumpuhkan layanan internet satelit Starlink hingga 80% hanya dalam hitungan jam pada pertengahan Januari 2026. Gangguan ini terjadi setelah Iran mengerahkan perangkat jammer militer tingkat lanjut yang dipasok oleh Rusia.
Teknologi “Electronic Shield”: Iran menggunakan taktik perisai elektronik untuk mengacak sinyal GPS dan frekuensi yang digunakan terminal Starlink untuk terhubung ke satelit di orbit rendah bumi (LEO).
Kecepatan Kelumpuhan: Gangguan dimulai dengan penurunan trafik sebesar 30%, namun meningkat drastis menjadi lebih dari 80% dalam waktu singkat di berbagai wilayah kota besar seperti Teheran, Mashhad, dan Isfahan.
Tujuan Operasi: Penggunaan jammer Rusia ini bertujuan untuk meredam revolusi digital dan memutus jalur komunikasi para aktivis serta pengunjuk rasa di tengah ketegangan domestik yang meningkat.
Dampak di Lapangan: Selain pemutusan sinyal, otoritas Iran dilaporkan melakukan penyitaan perangkat Starlink secara agresif melalui penggeledahan rumah ke rumah.
Hingga saat ini, pihak SpaceX belum memberikan solusi teknis permanen untuk mengatasi gangguan jamming militer skala besar tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












