Radar Nusantara, Langkah monumental diambil oleh TNI Angkatan Laut dalam memperkuat kedaulatan maritim dengan menyiapkan satuan pengawak untuk calon kapal induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi. Meskipun proses akuisisi kapal eks Angkatan Laut Italia ini masih dalam tahap negosiasi akhir dan penyesuaian administratif, Kementerian Pertahanan dan TNI AL telah bergerak cepat memulai pembinaan serta pelatihan personel. Langkah proaktif ini bertujuan agar saat kapal tiba di tanah air, sumber daya manusia kita sudah siap mengoperasikan alutsista strategis tersebut secara optimal.
Kapal induk sepanjang 180,2 meter ini ditargetkan tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026. Meskipun statusnya merupakan hibah, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk proses retrofit (modernisasi) guna menyesuaikan sistem sensor, senjata, dan navigasi dengan standar kebutuhan operasi TNI AL. Dengan kecepatan hingga 30 knot dan kemampuan membawa skuadron pesawat V/STOL atau helikopter, Giuseppe Garibaldi akan menjadi pusat komando dan proyeksi kekuatan udara-laut yang belum pernah dimiliki Indonesia sebelumnya.
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa kehadiran kapal ini akan meningkatkan drastis kemampuan komando dan kendali dalam operasi gabungan. Pelatihan awak kapal mencakup penguasaan sistem propulsi turbin gas hingga manajemen dek penerbangan yang kompleks. Modernisasi ini bukan sekadar menambah jumlah armada, tetapi juga lompatan besar bagi Indonesia dalam memposisikan diri sebagai kekuatan maritim yang disegani di kawasan, sekaligus membuktikan keseriusan pemerintah dalam melakukan peremajaan alutsista secara berkelanjutan.
Sumber: Indonesia Defense
Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












