Profile
Berita
Berita
Business
Business
Kriminal
Kriminal
Olahraga
Olahraga
Opini
Opini
Politik
Politik
Radar Daerah
Radar Daerah
Radar Edukasi
Radar Edukasi
Radar Ekonomi
Radar Ekonomi
Radar IKN
Radar IKN
Radar Internasional
Radar Internasional
Radar Nasional
Radar Nasional
Radar News dan Iklan
Radar News dan Iklan
Radar Nusantara
Radar Nusantara
Radar Olahraga
Radar Olahraga
Radar Politik
Radar Politik
Radar Sejarah
Radar Sejarah
Radar Terkini
Radar Terkini
Radar Tni Dan Polri
Radar Tni Dan Polri
Trending
Trending

Pengacara Muda Surabaya, Asa Prayoga Jiwangga, S.H., Tanggapi Perilaku Gus Miftah terhadap Penjual Es dari Sudut Pandang Hukum dan Filsafat Etika

Radar Nusantara, Surabaya – Asa Prayoga Jiwangga, S.H., seorang pengacara muda Surabaya sekaligus pendiri Jiwangga Law Office, memberikan analisis terhadap video viral interaksi Gus Miftah dengan seorang penjual es yang menuai berbagai reaksi publik. Asa mengulas peristiwa ini dari sudut pandang hukum dan filsafat etika, memberikan perspektif yang menyeluruh bagi masyarakat.

Sudut Pandang Hukum
Dari sisi hukum, Asa menjelaskan bahwa tindakan tersebut dapat dilihat melalui Pasal 310 KUHP yang mengatur penghinaan. Pasal ini menyebutkan bahwa seseorang yang menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan sengaja dapat dikenakan sanksi pidana.

โ€œDalam konteks interaksi tersebut, penting untuk menilai apakah tindakan yang dilakukan memenuhi unsur penghinaan, seperti adanya maksud untuk merendahkan martabat orang lain secara publik,โ€ ujar Asa.

Ia juga menambahkan bahwa penghinaan dalam Pasal 310 KUHP tidak hanya dilihat dari kata-kata, tetapi juga tindakan atau gestur yang bisa menimbulkan rasa malu atau harga diri yang terluka. โ€œJika pihak yang bersangkutan merasa dirugikan secara moral atau sosial, maka hal ini dapat menjadi dasar gugatan hukum, tetapi tetap memerlukan pembuktian niat dan akibat yang timbul,โ€ tegas Asa.

Namun, Asa juga mengingatkan bahwa tidak semua interaksi sosial yang menyinggung perasaan dapat dianggap sebagai penghinaan. Konteks niat baik dan interpretasi dari kedua pihak yang terlibat juga harus diperhatikan dalam menilai sebuah tindakan.

Sudut Pandang Filsafat Etika
Dari perspektif filsafat etika, Asa menggunakan pendekatan etika deontologis dan etika kebajikan untuk menganalisis peristiwa ini.
Dalam etika deontologis, setiap tindakan dinilai berdasarkan kewajiban moral untuk memperlakukan manusia dengan hormat, tanpa memandang status sosialnya. Asa menjelaskan, โ€œJika tindakan tersebut dianggap melukai harga diri seseorang, maka secara moral tindakan itu tidak dapat dibenarkan, terlepas dari niat baik yang mendasarinya.โ€ungkapnya

Sementara itu, dalam etika kebajikan, tindakan seseorang dinilai dari karakter moral yang ditunjukkan. โ€œSosok seperti Gus Miftah, yang dikenal sebagai tokoh agama, diharapkan menunjukkan kebajikan seperti empati dan penghormatan terhadap sesama. Meski
niatnya baik, penting untuk menyampaikan pesan dengan cara yang tidak menimbulkan rasa malu atau tersinggung,โ€ kata Asa.

Ia menekankan pentingnya harmoni antara niat, cara, dan dampak dalam sebuah tindakan. โ€œTujuan yang baik tidak selalu membenarkan cara yang digunakan. Dalam interaksi sosial, menjaga perasaan pihak lain menjadi kunci untuk menciptakan komunikasi yang sehat,โ€ tambahnya.

Keseimbangan Hukum dan Etika dalam Kehidupan Sosial

Asa menyimpulkan bahwa kasus ini menggambarkan pentingnya keseimbangan antara hukum dan etika dalam menilai sebuah tindakan. โ€œHukum memberikan perlindungan terhadap hak-hak individu, sementara etika menjadi panduan moral dalam berperilaku. Keduanya harus berjalan bersama untuk mencapai keadilan dan harmoni dalam masyarakat,โ€ tutup Asa.
Sebagai pengacara muda yang aktif mengedukasi masyarakat, Asa Prayoga Jiwangga, S.H., mengajak publik untuk melihat setiap peristiwa secara objektif dengan mempertimbangkan aspek hukum dan moral.
(Redho)


Eksplorasi konten lain dari Radar Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ  Berita Terbaru Lainnya
Radar News dan Iklan

Wamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa

Ridwan Onchy
4321800 Views
30 Jun 2026

Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

Gilang Ramadan
94 Views
28 Jun 2026
Radar Daerah
Radar Nusantara
83 V | 03/07/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
75 V | 30/06/2026
Aulia Lia
79 V | 30/06/2026
Radar Nusantara
89 V | 30/06/2026
Derian Sapawi
49 V | 30/06/2026
Gilang Ramadan
87 V | 30/06/2026
Radar Nasional
Radar Internasional

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

Robi Mabruloh โ€ข 87 Views
30 Jun 2026

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

Ridwan Onchy โ€ข 71 Views
23 Jun 2026

James Bond Baru Masih Dirahasiakan, Amazon MGM Janji Pilih Aktor Dengan Hati-hati

Kamal Saputra Prabowo KSP โ€ข 58 Views
23 Jun 2026

Uni Eropa Hapus Baterai Tanam: Semua Smartphone 2027 Wajib User-Replaceable

Ridwan Onchy โ€ข 90 Views
21 Jun 2026

Bertemu Queen Mรกxima di Belanda, APINDO Dorong Kesehatan Finansial Pekerja

Ridwan Onchy โ€ข 78 Views
17 Jun 2026
Olahraga
Radar Ekonomi

Tutup Sarasehan KSTI 2026, Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jawab Tantangan Bangsa

Ridwan Onchy โ€ข 91 Views
28 Jun 2026
Politik
Robi Mabruloh
87 V | 30/06/2026
Harun Arrasid
61 V | 28/06/2026
Kamal Saputra Prabowo KSP
117 V | 20/06/2026
Ridwan Onchy
3800987 V | 17/06/2026
Ridwan Onchy
83 V | 21/05/2026
Robi Mabruloh
84 V | 19/05/2026
Radar TNI & Polri

Korem 132/Tadulako dan Warga Gotong Royong Bersihkan Gedung Juang Palu

Kamal Saputra Prabowo KSP
75 V | 30/06/2026
Radar Terkini

The Grip of the Wood and the Silence of the Stone

Dede Permana
129 Views
12 Okt 2026
© 2026 Copyright ยฉ 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved